BANTENRAYA.COM- Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengimbau agar proses vaksinasi Covid-19 untuk pelajar SMP di Kota Serang wajib ditemani dan mendapat izin dari orang tua siswanya. Wakil Walikota Subadri menilai langkah ini untuk memastikan agar orangtua pelajar menyetujui anaknya divaksin.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin usai monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di SMPN 14 Serang, Senin (6/9/21).
Subadri mengatakan, di SMPN 14 Serang siswa yang divaksin berjumlah 450 orang. Dari ratusan siswa yang divaksin, para orangtuanya turut serta hadir dan menyaksikan putra-putrinya divaksin Covid-19.
Baca Juga: Banten Didominasi Zona Kuning, Gubernur Banten Minta Warga Jangan Senang Dulu
“Dan dari 100 persen siswa yang divaksin kebetulan juga di sini diantar oleh wali muridnya atau orangtuanya. Kalau pun wali murid menyetujui ya langsung (divaksin). Jadi bukan katanya. Bukan melalui murid, jadi langsung ketemu dengan wali murid dan pihak sekolah,” ujar Subadri, kepada bantenraya.com.
Ia menjelaskan, vaksinasi pelajar SMP ini dalam rangka upaya untuk menyehatkan masyarakat Kota Serang.
“Mudah-mudahan dengan adanya vaksinasi yang makin hari makin bagus. Alhamdulillah Kota Serang sekarang sudah mencapai 60 persen dari total 26 ribu siswa,” ucap dia.
Baca Juga: Hari Pertama PTM Tingkat SMP, Walikota Tangsel Tinjau Langsung ke Sekolah
Subadri mengungkapkan, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP baik negeri dan swasta di Kota Serang pun telah digelar, Senin (6/9/21). Ini tak lepas dari program vaksinasi pelajar yang jumlahnya terus meningkat.
“Alhamdulillah atas keputusan Pak Walikota (Syafrudin) juga pada hari ini ada 36 SMP negeri dan swasta ada yang melaksanakan PTM terbatas,” ungkapnya.
Ia pun berharap pada vaksinasi Covid-19 massal tahap kedua mendatang, para pelajar antusias divaksin, sehingga target sasaran 100 persen pun tercapai.
Baca Juga: Di Hadapan Komite IV DPD RI, Wagub Banten Minta Daerah Difaslitasi dalam RUU HKPD
“Vaksin kedua di sekolah aja. Malah kalau sudah tatap muka malah lebih enak tidak perlu mengumpulkan siswa lagi bisa sambil belajar,” pungkas dia. ***



















