BANTENRAYA.COM – Ketua Cilegon Corporate Social Responsibility atau CCSR Huluful Fahmi mengadu soal tak adanya dana hibah dan anggaran operasional dari Pemkot Cilegon.
Aduan tersebut langsung disampaikan kepada Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Miraj saat acara CCSR Award, Rabu 2 Februari 2022.
Ketua CCSR Huluful Fahmi khawatir ketiadaan dana operasional akan berakibat kerja dan kurang maksimalnya pencapaian program yang sudah diagendakan.
Baca Juga: Kasus Omicron Meningkat, Gubernur Banten Hentikan Sementara PTM di Wilayah Tangerang Raya
Fahmi menjelaskan, jika pada 2021 lalu pihaknya berhasil mengumpulkan dana CSR industri sebesar Rp24 miliar dan sejumlah program pemberian sosial lainnya. Namun, jika pada 2022 ini oprasional tidak ada maka akan mempersulit langkah CCSR bekerja.
“Sebelumnya baik hibah dan oprasional anggaran dari Dinas Sosial masih ada sekarang tidak ada jadi nanti bisa kurang maksimal,” katanya saat sambutan.
Fahmi menyampaikan, pihaknya berharap ada solusi yang diberikan Walikota dan Ketua DPRD Kota Cilegon agar anggaran oprasional bisa direalisasikan dan kerja CCSR bisa semakin maksimal.
Baca Juga: Peserta Masterchef Indonesia Season 9 Sisa 21 Orang Lagi, Siapa yang Keluar?
“Kami sampaikan langsung semoga ada solusi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Isra Miraj menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah mengaggarkan dan mengawal anggaran sebesar Rp600 juta untuk CCSR saat rapat pembahasan anggaran dengan eksekutif.
“Sudah dianggarakan dan dibahas pada rapat anggaran. Jadi angkanya Rp600 juta. Tapi sekarang tidak ada. Namun, sepertinya ada ketentuan lain, dan itu tentu akan dijelaskan langsung pak Wali,” paparnya.
Walikota Cilegon Helldy Agustian mengungkapkan, saat ini ada ketentuan aturan anggaran yang berbeda, sehingga anggaran di dinas tidak bisa diberikan. Termasuk hibah tidak bisa diberikan secara berturut-turut.
“Jadi sekarang sudah tidak bisa karena ada aturan, anggaran itu (Rp600 juta) tidak bisa dicantolkan. Jadi itu nanti kita obrolkan untuk ada solusinya,” katanya. ***

















