BANTENRAYA.COM – Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat atau FK-KIM Kota Cilegon menggelar kunjungan ke kantor Dinas Pendidikan atau Dindik Kota Cilegon, Selasa 11 Januari 2021.
Ketua FK-KIM Kota Cilegon Irwan Setiawan beserta jajaran pengurus disambut baik Kepala Dindik Kota Cilegon Heni Anita Susila beserta jajarannya.
FK-KIM dan Dindik Kota Cilegon akhirnya sepakat untuk bermitra dan menjalin kerja sama dalam hal pertukaran informasi.
Baca Juga: Cara Cek Tiket dan Jadwal Pemberian Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi
Irwan mengatakan, bahwa KIM dibentuk atas dasar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Diseminasi Informasi Nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah Kabupaten atau Kota.
“Alhamdulillah kepengurusan KIM di Kota Cilegon sudah terbentuk di tingkat kota hingga kecamatan dan beberapa kelurahan,” kata Irwan saat Audiensi di Kantor Dindik Kota Cilegon.
“Ke depan semoga semua kelurahan bisa kita bentuk,” imbuhnya.
Baca Juga: Selain Ardhito Pramono, 3 Musisi Ini Juga Pernah Ditangkap Karena Kasus Ganja
Adapun tugas KIM, kata Irwan, di antaranya adalah sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka dan memahami informasi.
“Pengurus KIM harus bisa menyaring Informasi yang benar dan salah atau hoaks,” katanya.
“Memilih dan memilah informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.
Baca Juga: Bosda Tak Kunjung Cair, Ratusan Kepala SMK Swasta akan Demo Gubernur Banten
Dalam kesempatan itu, Irwan pun menyampaikan adanya informasi banyaknya warga binaan di Lapas Cilegon yang putus sekolah.
“Kalau bisa ke depan Dindik bisa menjangkau Lapas Cilegon untuk menggelar pendidikan kesetaraan,” tuturnya.
“Utamanya bagi warga Cilegon di sana, umumnya bagi semua warga binaan yang masih mau belajar,” harapnya.
Baca Juga: 3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Menerima Vaksin Booster Ala Dr Vito
Sementara itu, Kepala Dindik Kota Cilegon Heni Anita Susila mengapresiasi kunjungan pengurus KIM Cilegon.
“Jujur kami baru tahu ada KIM dan ternyata mereka punya tugas yang sangat bagus sebagai mitra pemerintah daerah,” katanya.
Ke depan, pihaknya pun siap berkolaborasi dengan KIM terkait masalah-masalah di sekolah.
Baca Juga: Efek Samping 5 Vaksin Booster dari Sinovac hingga Zifivax, dari Kelelahan hingga Demam
“Masalah kami di sekolah-sekolah itu sering berhadapan dengan oknum LSM yang merangkap sebagai oknum wartawan. Mereka sering cari-cari masalah hingga meresahkan para guru dan kepala sekolah,” katanya.
Dia berharap, KIM mampu menjembatani masalah tersebut sehingga tidak timbul kesalahpahaman antara oknum LSM sekaligus oknum wartawan tersebut dengan pihak sekolah.
“Nanti kalau ada masalah seperti itu kita akan coba ajak teman-teman KIM. Biar ada yang meng-klir kan,” harapnya.
Baca Juga: Website Penyedia Desain Poster Gratis, Cocok untuk Referensi Tugas hingga Diunggah di Media Sosial
Terkait pendidikan kesetaraan di Lapas Cilegon, Anita mengatakan bahwa sebetulnya sejak dulu sudah ada memorandum of understanding (MoU) antara Dindik dengan Lapas.
“Tapi karena faktor adminiatrasi, dimana sekarang harus ada Dapodik (data pokok pendidikan), ditambah pandemi, program itu terhenti,” jelasnya.
Ke depan, Heni juga berharap program pendidikan kesetaraan di Lapas Cilegon bisa kembali berjalan dengan tetap mengikuti aturan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. ***

















