BANTENRAYA.COM- Komisi I DPRD Kota Cilegon meminta agar tahapan Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau open bidding jabatan eselon II Pemkot Cilegon dilakukan secara transparan.
Proses open bidding yang menggunakan APBD Kota Cilegon jangan hanya seremonial saja.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cilegon Agus Setiawan mengatakan, pelaksanaan open bidding harus segera selesai, agar jabatan eselon II yang kosong bisa segera terisi.
Baca Juga: Isi Kekosongan KBM Pasca Ujian, SMAN 1 Cikande Gelar Classmeeting dengan Kegiatan Ini
“Sekarang banyak Pelaksana Tugas kepala OPD yang kosong, sehingga ada kebijakan-kebijakan yang tidak bisa diambil oleh Plt,” kata Agus kepada Bantenraya.com, Senin 13 Desember 2021.
Dikatakan Agus, proses open bidding juga diharapkan dilakukan secara terbuka.
Saat ini, Komisi I DPRD Kota Cilegon sebagai mitra eksekutif dalam bidang pemerintahan, sama sekali tidak tahu terkait adanya open bidding.
Baca Juga: Masih Terdampak Pandemi, Pengunjung Objek Wisata TNUK Pandeglang Menurun
“Open bidding ini kita juga tidak tahu, selama ini tidak pernah memberitahu ke legislatif soal rencana mutasi, rotasi ataupun open bidding,” jelasnya.
Kata Agus, pelaksanaan open bidding yang saat ini berlangsung diharapkan bisa berjalan profesional dan transparan. Jika perlu, nilai hasil open bidding dibuka ke publik.
Agar publik tahu, pejabat yang dipilih Walikota Cilegon untuk menduduki jabatan eselon II memang sesuai kompeten.
Baca Juga: Masih Terdampak Pandemi, Pengunjung Objek Wisata TNUK Pandeglang Menurun
“Kami minta pejabat yang dipilih nanti, pejabat yang memang punya kompetensi menjabat Kepala OPD, bukan hanya karena modal kedekatan saja dengan Walikota,” kata Politisi Muda dari Partai Golkar ini.
Disinggung adanya isu calon pejabat eselon II yang sudah disiapkan, Agus meminta, agar Walikota Cilegon Helldy Agustian bisa membantahnya dengan membuka nilaI hasil open bidding, baik asesmen, pembuatan makalah, maupun wawancara.
“Jangan sampai open bidding masih dilakukan, tetapi ada calon yang sudah dipersiapkan. Jangan sampai open bidding hanya seremonial saja,” ucapnya.
Baca Juga: Bupati Serang Temui Korban Erupsi Gunung Semeru, Salurkan Bantuan ASN Pemkab Serang
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Achmad Jubaedi mengatakan, pelaksanaan open bidding saat ini sedang proses asesmen di Semarang selama dua hari.
“Asesmen dua hari. Senin 13 Desember dan Selasa 14 Desember, di Unit Penilaian Kompetensi ASN, BKD Provinsi Jateng ” terangnya.
Kata Jubaedi, ada 45 pejabat yang lolos tahap seleksi administrasi, dari 50 pejabat eselon III yang mendaftar open bidding.
Baca Juga: Kunjungan Ke Puskeswan Pandeglang Meningkat, Ini Daftar Penyakit Hewan yang Paling Banyak Ditemukan
“45 asesmen, 5 pejabat tidak lolos seleksi administrasi,” terangnya. ***

















