BANTENRAYA.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik pesimistis Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta akan mampu merealisasikan janji kampanyenya mengentaskan 25 ribu pengangguran di Kota Cilegon.
Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik menilai jika janji Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta hanya retorika saja.
Sebab, sampai sekarang Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik belum pernah mendengar dan menyampaikan konsep nyata dari Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta soal bagaimana strategi menyelesaikannya.
Baca Juga: Bank bjb Sabet Predikat Top 20 Financial Institution 2021
Dikutip BantenRaya.com dari kanal YouTube BantenRaya Channel pada Selasa 30 November 2021, Hasbi pesimis dengan janji kampanye Helldy Sanuji mengentaskan pengangguran. Hal tersebut tidak akan mungkin bisa direalisasikan mengingat berbagai faktor yang ada.
“Sampai sekarang belum ada, dan sampai sekarang belum pernah ditayangkan slide ini rumus dan konsep 25 ribu pengangguran itu akan berkurang, belum ada, hanya retorika dan semua orang bisa seperti itu,” paparnya.
Salah satu faktor yang bisa jadi ukuran, papar Hasbi, yakni anggaran Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kota Cilegon yang hanya senilai Rp18 miliar saja.
Baca Juga: Kode Redeem PUBG Mobile 30 November 2021, Dapatkan Reward Pretty in Pink Set dan Skin Ep
“Saya berlogika saja, bertanya bagaimana 25 ribu saya tetap pesimis, sampai sekarang saja belum ada, menyampaikan konsep ke DPRD saja tidak ada, bagaimana rumusnya dan anggaran (disnaker) hanya Rp18 miliar saja,” ujarnya.
Menurut Hasbi, metode pemagangan yang didorong pemerintah bukan solusi yang tepat. Sebab, magang dan bekerja berbeda. Magang hanya mampu meningkatkan kemampuan warga saja, dan untuk beberapa bulan saja. Kecuali warga magang itu bisa diserap langsung.
“Jangan-jangan orang magang disebut mengentaskan 25 ribu pengguran, magang itu hanya menambah skill dan beberapa bulan saja. Jika bekerja itu lama, magang hanya menunda saja, kecuali itu bisa diserap sama industri,” pungkasnya. ***
















