BANTEN RAYA – Koperasi Merah Putih di Kota Cilegon mulai menjajaki kerjasama dengan brand Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternama. Beberapa diantaranya yakni PT Pertamina, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) alias nama ID FOOD dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop-UKM) Kota Cilegon Didin S Maulana menjelaskan, pihaknya telah memfasilitasi koperasi Merah Putih untuk mendapatkan kerjasama dengan BUMN. Beberapa BUMN tersebut yakni Pertamina menjadikan koperasi sebagai pangkalan gas, ID FOOD untuk mendapatkan akses minyak, beras dan beberapa bahan lainnya. Terakhir yakni BRI untuk mendapatkan akses pembayaran listrik, token, air dan beberapa lainnya.
“Ada di Inpres (Instruksi Presiden) jika BUMN itu harus membantu koperasi Merah Putih. Itu BUMN yang berbasis produk subsidi dan koperasi bisa menjadi pangkalan gas, pupuk juga bisa, BRI link dan ID Food dan harga ecerannya dan koperasi diberikan kesempatan,” katanya, Senin (30/6).
Didin menjelaskan, koperasi yang diberikan kesempatan tersebut yakni Koperasi Merah Putih Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta. Hal itu, karena koperasi tersebut sudah lulus penilaian secara langsung dari Kementerian Koperasi.
Baca Juga: Tiga Perusak Kandang Ayam PT STS di Padarincang Divonis 1 Tahun Penjara
“Koperasi Kotabumi sudah ditunjuk, orang-orang dari BUMN sudah datang. Nanti akan memberikan support untuk bahan-bahannya,” jelasnya.
Sebenarnya, imbuh Didin, ada 3 koperasi yang dilakukan penilaian sebagai percontohan yaitu Koperasi Merah Putih Kelurahan Kotabumi, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang dan Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol. Namun, Kotabumi yang memiliki persyaratan yang sesuai dan akhirnya diberikan kesempatan bekerjasama dengan BUMN.
“Diusulkan ada 3 dan satu jadi untuk percontohan. Kotabumi, Masigit dan Kotasari, dari hasil penilaian pusat dari Kementerian Koperasi, salah satunya syarat kantornya ada, ada gudang atau grainya, minimal punya sarana transportasi pick up. syaratnya itu dan hanya Kotabumi yang lengkap,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Didin, pembinaan untuk koperasi lainnya juga terus dilakukan. Hal yang akan direalisasikan adalah memberikan sertifikasi simpan pinjam. Dimana, itu, diberikan untuk 20 koperasi yang ada di Kota Cilegon.
“Tetap dilakukan pembinaan dan terutama yang koperasi yang sudah berjalan, untuk sertifikasi usaha simpan pinjam, rata-rata harus ada dan dilatih juga kita berikan ada sebanyak 20 koperasi yang akan bimbingan teknis dan latih, diberikan sertifikasi dari BNSP untuk pengurus,” ucapnya.
Baca Juga: Tiga Pembunuh Warga Yang Tengah Kerja Bakti Ditangkap Polisi, Satu Pelaku Ditembak Karena Melawan
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin menyampaikan, optimis koperasi akan berkembang di Kota Cilegon. Hal itu karena banyak industri yang bisa memberikan dorongan melalui kerjasama, termasuk perusahaan BUMN di Kota Cilegon.
“Koperasi ini menjadi salah satu instruksi. Kami meyakini dengan berbagai pembinaan yang melibatkan semua sektor termasuk BUMN dan bank yang ada maka koperasi bisa berkembang,” pungkasnya. (***)

















