BANTEN RAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar memastikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bahkan, Robinsar juga memastikan kesanggupan dan rasionalisasi fiscal untuk memenuhi sejumlah program di RPJMD.
“Jadi kalau bicara RPJMD apa yang kami tuangkan adalah kebutuhan yang ada di masyarakat, itu jadi kebutuhan. Tapi itu juga betul apa yang jadi masukan fraksi-fraksi perihal kesiapan fiscal juga menjadi tolok ukur juga jangan sampai kita mengagendakan sesuatu hal tidak didukung dengan fiscal yang kuat,” katanya usai Paripurna di DPRD Kota Cilegon, Selasa (10/6).
Maksud rasional, imbuh Robinsar, bukan berarti mengurangi. Namun, sebaliknya bagaimana bisa menambahkan pendapatan untuk bisa merealisasikan program dalam RPJMD.
“Kita akan rasional. Namun rasional itu bukan berarti mengurangi. Bahkan bisa sebaliknya menambahkan pendapatan, mungkin bicara rasional itu contoh misalkan dalam anggaran target retribusi parkir ini contoh yah misalkan Rp1 juta misalkan, ternyata realisasinya itu Rp2 juta. Kan itu rasionalisasi juga jika pendapatan bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Akan Buka Beasiswa Cilegon Juare Juni Ini Lewat Aplikasi Si Cerdas
Robinsar menyatakan, pihaknya akan berusaha dengan maksimal erealisasikan apa yang sudah ada di RPJMD. Hal itu, tentu saja dengan dukungan dari legislatif untuk bersama-sama memperjuangkan apa yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat.
“Intinya apa yang menjadi RPJMD menjadi kebutuhan masyarakat kami dari eksekutif dengan dukungan legislatif kami akan perjuangkan apa yang menjadi kebutuhan. Tapi dengan rasional, jangan melihat kondisi hari ini seperti ini menimbulkan malah pesimisme,” ucapnya.
Kondisi fiskal yang kuat, menurut Robinsar, juga butuh adanya birokrasi yang profesional, efisiensi kegiatan yang sifatnya seremonial dan tentu saja komunikasi dan koordinasi dengan semua elemen pemerintah provinsi, pusat dan industri untuk merealisasikan program.
“Butuh birokrasi yang baik dan benar, rasionalisasi kegiatan kita yang memang sifatnya seremonial, tidak ada efek di masyarakat, Optimisme terus dan tetap rasional,” jelasnya.
Salah satu RPJMD yang akan menyedot dana cukup besar, jelas Robinsar yakni Jalan Lingkar Utara (JLU). Namun, dirinya juga mengupayakan pembangunan bisa didanai dari pusat dan provinsi.
Baca Juga: 175 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Mayoritas Akibat Penyakit Jantung
“Mungkin seperti JLU kita buka opsi dan memaksimalkan sifatnya dari provinsi baik itu bankeu (bantuan keuangan-red). Misalkan pembangunan 8 kilo, 3 kilo bantuan dan 5 kilo itu kami mengerjakan,” jelasnya.
Soal sorotan tidak hadirnya pejabat eselon II dan III yang diinterupsi oleh Anggota DPRD Kota Cilegon Erick Airlangga dan Rahmatullah, Robinsar melakukan pembelaan dengan mengatakan akan melakukan evaluasi bagi yang sengaja tidak datang.
“Ada juga yang izin rapat 100 hari kerja, ada yang tidak hadir tanpa alasan, itu akan jadi evaluasi kita,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cilegon Ari Muhammad menyampaikan, pihaknya berharap Robinsar dan Fajar bisa fokus kepada program kerja prioritas saja, sehingga ada keterukuran anggaran dan program yang bisa dilaksanakan.
“RPJMD menurut saya ini penyesuaian saja, maksudnya tinggal disesuaikan saja program unggulan Pak Wali dengan anggaran yang ada. Sebab, kita tahu bahwa Cilegon inikan defisit belum selesai jangan sampai program unggulan tidak sesuai dengan kemampuan anggaran dan PAD,” jelasnya.
Ari menegaskan, pihaknya percaya dengan kepemimpinan muda Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo akan mampu berpikir diluar kotak untuk bisa meningkatkan pendapatan. Bahkan, dalam paripurna tadi sudah disampaikan akan ada system untuk mencegah kebocoran PAD.
Baca Juga: Formula E Hadir Lagi! Pramono Ajak Warga Jadi Bagian dari Momen Bersejarah
“Peningkatan PAD terus ditingkatkan, dari yang belum termaksimalkan untuk dimaksimalkan. Saya percaya keduanya ini kepemimpinan muda. Jadi bisa berpikir out of the box,” pungkasnya. (***)

















