BANTENRAYA.COM – Selain bak mandi, nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah dengue atau DBD, ternyata suka juga bersarang di tempat-tempat favorit yang luput dari jangkauan.
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah dengue atau DBD itu biasa bersarang di genangan air yang ada di perabot rumah tangga misalnya dispenser, kulkas dan tempat minum burung yang luput dibersihkan secara rutin.
Untuk itu, dibutuhkan pantauan rutin minimal satu pekan sekali untuk bisa membersihkannya, sehingga sarang nyamuk DBD bisa diberantas.
Baca Juga: Baim Wong Kini Malu dengan Kakek Suhud
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Ratih Purnamasari menjelaskan, idealnya di setiap rumah ada satu orang yang ditugaskan khusus untuk memeriksa jentik nyamuk secara rutin minimal satu pekan sekali.
Hal itu agar sarang nyamuk benar-benar bisa diberantas.
Terlebih tempat-tempat favorit yang luput dari jangkauan, baik itu barang elektronik atau tempat yang berpotensi ada genangan air, misalnya pot bunga, tempat minum burung dan lainnya.
“Yah, kalau dilihat bak mandi rata-rata masih bersih. Tapi perlu juga diperiksa tempat genangan air lainnya, misalnya yang tidak terlihat. Itu yang jadi tempat bersarang yang luput dari pantauan,” katanya saat menggelar gerakan serentak (Gertak) pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Kelurahan Bendungan, Jumat 15 Oktober 2021.
Baca Juga: Setelah Timnas Indonesia Lolos ke Kualifikasi Piala Asia 2023, Media Thailand Bilang Begini
Ratih menambahkan, pihaknya berharap memantau sarang nyamuk dengan membersihkan rumah secara rutin harusnya jadi gaya hidup.
Sebab, DBD merupakan salah satu penyakit yang membahayakan nyawa.
“Kalu bisa setiap hari dipantau, tapi jika tidak minimal 1 minggu sekali. Lalu harus dibersihkan dengan digosok pakai sabu. Itu karena telur nyamuk masih menempel dan berpotensi menetas jadi jentik,” paparnya.
Baca Juga: Harga Daging Sapi Mulai Stabil
Sementara itu Dokter Puskesmas Kecamatan Cilegon Ira Yulistika Sari menjelaskan, ada metode 3M plus yang harus diterapkan, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua tempat penyiraman air dan memanfaatkan limbah bekas yang bernilai ekonomis.
“3 M plus harus rutin dilakukan. Ini untuk mencegah agar bisa efektif memberantas DBD,” ungkapnya.
Di sisi lain, imbuh Ira, pengasapan bukan menjadi solusi.
Baca Juga: Anu Laki-Laki Tidak Perlu Besar dan Panjang, Kata Zoya Amirin Yang Penting Berotot
Sebab, hanya memberantas nyamuk dewasa saja, sementara jentik dan sarangnya masih ada.
“Fogging itu bukan solusi tepat. Harus dibersihkan jentiknya. Jadi kami harap warga rutin membersihkan. Sebab, kami masih menemukak ada genangan air dan itu ada jentiknya,” pungkasnya. ***

















