BANTENRAYA.COM – Honor guru madrasah di Kota Cilegon pada triwulan IV 2024 tak dibayarkan oleh Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon akibat defisit anggaran.
Merasa memunyai tangggungjawab dan menjadi beban moril kepada guru madrasah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh membuka donasi dari beberapa pihak.
Rahmatulloh kemudian membagikan donasi tersebut ke guru madrasah di Kecamatan Purwakarta, yang merupakan lingkungannya tinggal.
Puluhan guru Madrasah Diniyah Taklimiyah Awaliyah atau MDTA Al-Khairiyah Purwakarta dan Kebon Dalem menerima donasi tersebut.
Baca Juga: SD Terpadu Al-Qudwah Akan Gelar Open House, Undang Calon Orang Tua Siswa
Secara simbolis, Rahmatulloh menyalurkan donasi di MDTA Al-Khairiyah Purwakarta pada Rabu, 22 Januari 2025.
“Hari ini saya menyerahkan uang donasi untuk MDTA Purwakarta sebanyak 16 orang dan MDTA Kebondalem 15 orang. Mudah-mudahan bantuan ini sedikit mengurangi beban dan bermanfaat buat mereka yang saat ini belum menerima honor,” kata Anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Amanat Nasional atau PAN ini.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jombang dan Purwakarta ini mengaku prihatin dengan keadaan para guru madrasah yang hingga saat ini belum mendapatkan honor triwulan IV 2024 dari Pemkot Cilegon.
“Berawal dari keprihatinan itu akhirnya saya berinisiatif menggalang donasi untuk guru-guru madrasah. Alhamdulillah respon para donatur dari perusahaan, anggota dewan dan ASN sangat baik,” kata Anggota DPRD Kota Cilegon empat periode ini.
Baca Juga: Link Twibbon Hari Patriotik Gorontalo Ke-83 Tahun 2025, Desainnya Penuh Makna Perjuangan
Rahmat menjelaskan, penyaluran donasi kemarin, merupakan yang kedua kalinya.
Di mana, ia juga sudah menyalurkan uang donasi serupa kepada puluhan guru di MDTA Ramanuju, Sumampir, Kota Bumi dan Daliran.
Kepala MDTA Al-Khairiyah Kebondalem Maryatun berterima kasih atas kepedulian Anggota DPRD Kota Cilegon bersama dengan para donatur.
“Alhamdulillah Pak Dewan Rahmat telah membantu dan peduli dengan para guru di madrasah. Kami ini guru madrasah murni, artinya bukan PNS. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, ” tutupnya.***

















