BANTENRAYA.COM – Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan kepada para orangtua agar tidak salah pilih sekolah untuk anak-anaknya. Menurut UAH, jika menginginkan anaknya soleh pilihlah sekolah yang mengajarkan tentang salat dan kecintaan terhadap Al-quran.
Kata UAH, bahwa lingkungan yang membentuk karakter dan keimanan seorang anak.
“Nabi (Muhammad SAW) pernah ingatkan kepada para orangtua, bahkan dari anak-anak, sejak dini, sejak dilahirkan. Ini sangat populer, bahkan haditsnya sudah viral. ‘Kullu mauludin yuladu alal fitroh fa abawahu yuhawwidanihi au yunassironihi au yumajjisanihi..’ Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, cendrung beragama, mencari yang benar, diberi petunjuk oleh Allah melalui nabi, rasul, kitab suci, para ulama, kemudian cenderung pada ulama,” kata UAH dalam kajian bertema Nasehat Rasulullah untuk Para Orangtua’ dari yotube Ustadz Adi Hidayat Official, Selasa, 20 September 2021.
Baca Juga: Sahabat Dekat Bisa Melemahkan Iman, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat
“Cuma dalam pencarian itu, ikhtiar itu, dalam interaksinya abawahu (orangtua), maka lingkungan sekitar (yang membentuknya),” sambung UAH.
Menurut UAH, abawahu dalam hadits itu jangan hanya diartikan orangtua semata, tapi lingkungan keluarga, seperti ayah, ibu atau kakek, nenek. Bahkan, kata UAH, karena terlahir yatim piatu, anak akan dididik oleh pamannya.
“Nabi anak yatim, berkembang (tumbuh besar) ibunya meninggal, diasuh kakeknya, kakeknya meninggal diasuh pamannya, itu lingkungan sekitar,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Irna Sebut Kemunculan Baginda Raja Jamaluddin Firdaus di Mandalawangi Halusinasi
“Bisa jadi ayahnya baik, ibunya baik, cuma mohon maaf, ditempatkan di sekolah yang kurang baik, ya. Mohon maaf sebesar-besarnya, di rumah itu diajarkan solat, diajarkan baca quran, bahkan dipanggil guru ngaji, tapi anda menyekolahkan anak di sekolah yang tidak mengajarkan anak anda solat. Di tempatkan di tempat yang tidak menanamkan kecintaan kepada Al-quran, sekarang bagaimana anak anda menjadi soleh tapi anda menyekolahkan di tempat yang tidak soleh, walaupun gurunya namanya Pak Soleh, misalnya, guru matematika,” ungkap UAH.
UAH menegaskan, orangtua tidak akan mendapatkan anak sesuai yang diharapkan, jika tidak menyekolahkan ke sekolah yang sesuai keinginan tersebut.
“Benar, dunia itu penting, untuk kuatkan sisi akhirat. Silakan belajar, silakan jadi matematikawan, ahli biologi, ahli kimia, silakan tidak dilarang. Tapi, saat bersamaan dia harus menjaga bekal akhirat, bagaimana solatnya bagus, bagaimana bisa hafal quran dengan baik, dekat dengan allah swt
Jadi secara cepat, singkatnya, nabi pernah ingatkan, hati hati dengan lingkungan,” terangnya. ***

















