BANTENRAYA.COM – Pedagang Pasar Baru Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang banyak yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.
Seperti dikungkapkan Herman, pedagang Pasar Baru Kranggot yang mengaku sampai sekarang belum mendapat suntik vaksin.
Alasan pedagang Pasar Baru Kranggot itu belum melakukan vaksinasi karena tidak mendapatkan akses informasi. Bahkan, jika mengatahui ada vaksinasi tetap tidak bisa karena lokasi jauh.
Baca Juga: Ada Belasan Ribu Pedagang Pasar Kranggot, Baru 290 Orang yang Jalani Vaksinasi
“Kebanyakan tidak dapat info. Kalau ada juga jauh lokasinya. Kan ngantrinya lama jadi jualan ga mungkin ditinggal,” katanya Herman salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Baru Kranggot kepada Bantenraya.com, Jumat 10 September 2021.
Bahkan, saat ada vasikansi di lokasi Pasar Baru Kranggot yang diadakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Provinsi Banten, Herman juga tidak mendapatkan informasi.
Padahal tempat berjualannya hanya berjarak 15 meter saja dari tenda vaksinasi.
“Tidak ada juga yang beri tahu. Mau daftar katanya tidak bisa karena formulir vaksinasi sudah dari minggu (pekan) lalu. Ini juga baru pertama kalinya diadakan untuk pedagang,” ucapnya.
Herman menjelaskan, vaksinasi sebenarnya sangat diperlukan, terlebih untuk para pedagang. Sebab, khusus untuk dirinya sering pulang pergi ke Lampung untuk membeli barang.
“Setia menyebrang naik kapal (ke Lampung) untuk cari barang pasti tes antigen bayar Rp80 ribu. Soalnya kan jadi syarat,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Provinsi Banten Erick Rebiin mengungkapkan, di Kota Cilegon baru hanya ada 290 pedagang yang ikut vaksin yang diadakan dirinya di Pasar Baru Kranggot.
Padahal jumlahnya sangat banyak mencapai belasan ribu untuk satu titik pasar saja.
“Ini juga saya bersama dinas kerjasama hanya baru 290 orang yang di vaksin. Ini tentu masih sangat kurang,” katanya kepada wartawan dalam vaksinasi pedagang Pasar Kranggot, Jumat 10 Sepetember 2021.
Baca Juga: Perbaikan Pasar Buah Rangkasbitung Terkatung katung, Ini Penyebabnya
Erik menyampaikan, pihaknya berharap pemerintah bisa juga mendorong vaksinasi untuk para pedagang lebih masif lagi. Sebab, para pedagang pasar tradisional sangat rentan terpapar.
“Beda kalau pasar modern seperti mal itu ada syarat masuknya sudah vaksinasi. Kalau disini (Pasar Baru Kranggot-red) bebas saja keluar masuk tanpa syarat. Jadi pasti sangat rentan terpapar,” ungkapnya. ***

















