BANTENRAYA.COM – Kepala Puskesmas Kecamatan Jombang, Dokter Eli Sugiana angkat bicara soal kondisi kejiwaan pria diduga penyerang imam masjid di Kota Cilegon pada Senin, 6 September 2021 lalu.
Menurutnya Eli, saat ini kondisi Eko Saputra pria berumur 25 tahun, penyerang imam masjid, warga Kelurahan Kombang Wetan, Kecamatan Jombang kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan jalan di puskesmas.
Saat ini, terduga penyerang imam masjid itu sedang menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Jombang.
Hal itu karena kondisi kejiwaan sudah sangat tidak stabil dan harus dirujuk atau dirawat ke rumah sakit jiwa (RSJ).
“Sementara ini masih belum stabil dan menurut kami perlu perawatan di rumah sakit,” katanya singkat kepada Bantenraya.com, Jumat 10 September 2021.
Menurut Eli, perawatan berobat jalan di Puskesmas sudah tidak memungkinkan. Sebab, perawatan kejiwaan di puskesmas biasanya hanya bagi yang sudah kondisinya stabil, sehingga tidak lagi kambuh.
Baca Juga: Kemenag Buka Lowogan jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab
“Yah minimal dirawat dulu di RSJ sampai stabil, baru selanjutnya bisa rawat jalan di Puskesmas,” paparnya.
Kondisi Eko yang sudah sangat tidak stabil juga terlihat dari video berdurasi 36 detik yang tersebar pada, Kamis 9 September 2021.
Dimana Eko diikat karena masih meracau dan tidak berhenti bergerak, sehingga orang tua Eko, Suryati mengikat kedua tangannya dengan kain merah di sela pintu dan jendela.
Dalam video Suryati menjelaskan, sengaja mengikat Eko karena takut kabur lalu mendapatkan kekerasan warga.
“Ya Pak saya takut dia keluar lagi. Mengamuk sih ini (Eko-red) enggak. Takut saya ada yang gebukin dia,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakapolres Cilegon Kompol Mirodin membantah jika Eko melakukan penyerangan imam masjid seperti video yang viral di masyarakat.
aca Juga: Piala MTQ Kabupaten Serang ke-51 Diserahkan Bapak ke Anak
Eko hanya melakukan penyetopan salat magrib berjemaah saja. Hal itu berdasarkan keterangan yang sudah dikumpulkan pihak kepolisian.
“Yang bersangkutan hanya menyetop salat saja. Dia hanya bicara setop salat kalian salah. Serta berdasarkan keterangan orang tua Eko juga mengalami gangguan jiwa dan sedang perawatan medis di Puskesmas,” ungkapnya.
Mirodin menambahkan, adanya gangguan kejiwaan tersebut juga berdasarkan keterangan keluarga dan dokumen medis yang dibawa pihak keluarga.
“Ini berdasarkan juga keterangan pihak orang tua Eko, ada juga dokumen medis jika bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa dan pernah berobat,” pungkasnya. ***









