BANTENRAYA.COM – Banyak kalangan masyarakat menyepelekan soal nyamuk.
Padahal gigitan nyamuk bisa saja menyebabkan penyakit yang berbahaya. Bahkan, sampai menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak.
Baca Juga: 35 Ucapan Hari Ayah untuk Dikirim ke Bapak, Singkat, Sederhana dan Penuh Makna
Sebab, salah satu media pengembangbiakan nyamuk adalah melalui air.
Air dijadikan tempat untuk bertelur yang selanjutnya menjadi jentik atau larva dan berubah ke nyamuk dewasa.
Dikutip Bantenraya.com dari situs klikdokter.com, berikut jenis-jenis nyamuk yang ada di Indonesia dan menyebabkan penyakit berbahaya:
Baca Juga: SBY Mulai Jalani Operasi Kanker Prostat di Amerika Serikat
1. Aedes Aegypti atau Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
Nyamuk ini paling tidak asing didengar masyarakat. Dinilai cukup berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit yakni DBD, chikungunya, demam zika, dan demam kuning.
Untuk nyamuk ini, hanya jenis betina saja yang menggigit karena membutuhkan darah sebagai bantuan reproduksi atau bertelur.
Mereka menggigit waktu sore dan malam hari di tempat yang remang-remang atau gelap.
Nyamuk Aedes aegypti bertelur di lingkungan lembab, seperti tempat penampungan air, vas bunga, ember, dan lain sebagainya.
Bahkan, telur nyamuk ini bisa bertahan hingga 1 tahun tanpa air. Oleh karenannya, ketika musim hujan dan banyak genangan air maka telur masih bisa berkembang menjadi jentik, kemudian nyamuk dewasa.
Baca Juga: Sejarah Lahirnya Hari Ayah Nasional 12 November, Berawal dari Pertanyaan Peserta Lomba Menulis Surat
2. Anopheles atau Nyamuk Malaria
Nyamuk ini membawa parasit plasmodium penyebab malaria. Bahayanya parasit tersebut bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui perantara nyamuk.
Selanjutnya, parasit tersebut akan berkembang biak dalam sel hati dan darah merah manusia.
Baca Juga: 10 Tebak-tebakan Bertema Hari Guru, Cocok Digunakan untuk Mencairkan Suasana
Nyamuk Malaria berciri bertubuh coklat gelap dan ada pula yang hitam. Ada lebih dari 430 jenis nyamuk Anopheles.
Namun, hanya 30-40 jenis nyamuk saja yang dapat menularkan parasit malaria.
3. Culex Quinquefasciatus atau Nyamuk Air Kotor
Baca Juga: Tenang, PT OVO Finance Indonesia Tak Ada Kaitan dengan Dompet Digital OVO
Ukuran jenis nyamuk dewasa Culex Quinquefasciatus sekitar 3,96 hingga 4,25 mm dengan warna coklat.
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Culex adalah filariasis atau kaki gajah, infeksi virus west nile, dan demam zika.
Nyamuk ini berkembang biak air yang kotor, seperti selokan, septic tank, dan kubangan air. Siklus hidup nyamuk berlangsung selama 7 hari beraktivitas malam hari.
Baca Juga: Foto Aura Kasih Hapus Papan Tulis Bikin Salfok, Warganet: Aduh Gede Banget..
4. Aedes Albopictus atau Nyamuk Hutan
Jenis nyamuk Aedes Albopictus atau Stegomyia Albopicta cukup berbahaya dan bisa menyebabkan penyakit yang sama dengan Aedes Aegypti.
Bedanya nyamuk ini bisa bertelur di air mengalir. Disebut juga nyamuk macan karena memiliki tubuh belang hitam dan putih.
Baca Juga: Chip Tersedia Sampai 500M, Ini 10 Kode Penukaran Higgs Domino Island 12 November 2021
5. Mansonia Uniformes atau Nyamuk Tanaman Air
Jenis nyamuk ini menyebabkan penyakit kaki gajah. Biasa hidup di daerah pertanian dan pedesaan.
Mengingat bahayanya gigitan nyamuk ini, masyarakat diimbau untuk melakukan aktivitas 3 M plus.
Itu terdiri atas menutup tempat penampungan air, mendaur ulang sampah, dan menguras tempat penampungan air. ***
















