BANTENRAYA.COM – Kelompok 26 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba), memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna di Desa Babakanlor, Kecamatan Cikedal.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui pembuatan eco paving dari bahan daur ulang sampah plastik, yang diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masalah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi hijau di masyarakat.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa Kelompok 26 KKM Uniba mengumpulkan sampah plastik dari rumah tangga sekitar desa, kemudian memilah dan membersihkannya sebelum diproses.
Baca Juga: Bikin Bangga! 4 Taekwondoin Asal Kota Serang Berjaya di Negeri Jiran
Plastik-plastik tersebut dicacah menjadi ukuran kecil, lalu dipanaskan hingga mencair.
Cairan plastik kemudian dicampurkan dengan pasir dan oli bekas dengan perbandingan tertentu sehingga menghasilkan adonan padat yang dapat dicetak menjadi paving block.
Metode ini menggunakan teknologi sederhana yang mudah diaplikasikan masyarakat tanpa membutuhkan mesin industri berbiaya tinggi.
Selain hemat biaya, teknik ini juga mengurangi volume plastik yang sulit terurai dan sering kali mencemari lingkungan.
Kelebihan eco paving adalah memanfaatkan limbah sebagai bahan substitusi semen. Hasil uji coba menunjukkan ketahanannya cukup baik untuk digunakan di jalan lingkungan atau halaman rumah.
Produksi eco paving berbasis plastik daur ulang terbukti mampu menekan biaya hingga 30-40 persen dibanding paving konvensional.
Baca Juga: Asah Keahlian, 800 Teknisi Terbaik Sharp Ikuti Kompetisi AC Installer Championship 2025
Jika paving biasa membutuhkan semen dalam jumlah besar, pada eco paving sebagian peran semen digantikan oleh plastik.
Dengan begitu, biaya produksi lebih murah namun kualitas tetap terjaga.
Selain sebagai alternatif material bangunan, produk ini berpotensi memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Baca Juga: Heboh Jeff Smith Bintangi Sinetron Asmara Gen Z hingga Trending di X, Intip Karakternya
Warga desa dapat memproduksi eco paving secara mandiri dengan modal terjangkau, kemudian memasarkan hasilnya untuk kebutuhan pembangunan lokal maupun luar daerah.
Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi hijau yang menekankan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Desa Babakanlor Dedi memberikan apresiasi terhadap gagasan mahasiswa.
Baca Juga: Jangan Sporadis, PKS Minta Pemkot Cilegon Buat Roadmap Penurunan Angka Kemiskinan
“Inovasi eco paving ini bukan hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tapi juga bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Jika teknologi ini diterapkan secara luas, desa kami bisa menjadi contoh desa mandiri berbasis ekonomi hijau,” ungkapnya.
Sementara itu, warga yang hadir dalam kegiatan praktek pembuatan eco paving menyatakan antusiasme mereka.
Beberapa warga bahkan langsung tertarik untuk mencoba metode tersebut karena prosesnya sederhana, tidak membutuhkan peralatan kompleks, dan bisa dikerjakan secara gotong royong. ***















