BANTENRAYA.COM – Perusakan sebuah buku diduga dilakukan oleh dua oknum dosen di Provinsi Banten.
Parahnya lagi, buku yang diduga telah dirusak oleh oknum dosen ini sudah terdaftar di laman Perpusnas.go.id, dan kabarnya tersebar di kampus.
Informasi dugaan perusakan buku ini diunggah oleh akun Instagram @deraupedia pada 8 Desember 2024.
Baca Juga: Selamat! BPIP Raih Penghargaan Kualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Pusat
Setelah informasi tersebut tersebar di media sosial, warganet mencekam oknum dosen tersebut agar segera ditindaklanjuti.
Kronologinya, sebuah buku berjudul “Perkembangan Sejarah Sastra Indonesia” yang ditulis oleh Rismawati, M.Pd., diduga dirusak.
Sebagai tambahan, buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Bina Karya Akademika pada tahun 2016.
Baca Juga: Jaga Kebersamaan, KNPI Kabupaten Serang Gelar Penguatan Kelembagaan
Aksi perusakan buku tersebut dengan cara tidak mengganti judul, namun cover-nya ditutup sebagian menjadi warna biru muda. Penulis asli diganti menjadi “Tim Dosen”.
Dalam identitas dan prakata juga nama penulis asli Rismawati, M.Pd. Dihilangkan oleh oknum perusak.
Mengejutkannya lagi, di akhir buku tersebut, terdapat sebuah judul baru. Seolah-olah ada buku dalam buku.
Baca Juga: Tersandung Kasus Narkoba hingga Dipecat, Mantan Kades Margajaya Bakal Gugat ke PTUN
Judulnya adalah “Studi Kebantenan, Pengenalan Perumpamaan dan Ungkapan Bahasa Jawa Serang”, ditulis oleh Ediwarman dan Fahmi.
Editornya adalah Hanafi, dan diterbitkan oleh Media Edukasi Indonesia pada September 2024.
Melansir dari Perpusnas.go.id, penulis aslinya hanyalah Fahmi, dan editornya Hanafi.
Baca Juga: Kunjungi Lapas Kelas IIA Serang, Anggota DPR RI Edison Sitorus Temukan Persoalan Kelebihan Kapasitas
Perkembangan terbaru pada 14 Desember 2024, Fahmi, Dosen PG Paud Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), angkat suara.
Dirinya mengaku tidak menulis buku tersebut, namun namanya diseret sebagai penulis bersama Ediwarman.
“Untuk itu kepada Rektor UNTIRTA, Dekan FKIP UNTIRTA, dan Ketua Jurusan PBI UNTIRTA, untuk membantu saya menyelamatkan nama baik saya, karena dicatut oleh bapak Ediwarman,” ucapnya di Instagram @fahmi.2504, diteruskan melalui Instagram @deraupedia.
Baca Juga: TERBARU! Link Twibbon Hari Bela Negara 2024, Cocok Dibagikan ke Media Sosial
Namun di salah satu media Ediwarman sudah angkat suara, dirinya juga mengaku tidak menulis buku tersebut, bahkan tidak tahu persoalannya.
Namun beredar salah satu bukti dari seorang mahasiswa, terdapat tangkapan layar chat dari nama “Pa Edi” menawarkan buku tersebut.
Sampai saat ini belum ada perkembangan terbaru dari Instagram @deraupedia.***















