BANTENRAYA.COM — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Think, Explore, Write! Cara menemukan ide dan mengelola referensi akademik secara efektif.”
Kegiatan ini diselenggarakan upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah yang sistematis, etis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas, Dosen, mahasiswa dari berbagai jurusan dan dari kampus selain UIN SMH Banten serta berlangsung dengan antusiasme yang sangat tinggi.
Acara turut dihadiri langsung oleh Kaprodi PAI, ibu Dr. Ina Salma Febriani H., M.A., Sektretaris Prodi PAI, Bapak Asep Syahrul Mubarok, S.Pd., M.Ag.
BACA JUGA: Siap Fasilitasi Pemudik, ASDP Benahi Sejumlah Infrstuktur Bufferzone di Pelabuhan Merak
Acara dibuka dengan pembacaan susunan acara oleh MC Winaya Azalia kirana, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Siti Mayasari.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua pelaksana PAI Writing Clinic (PWC), Siti Nur Khotimah dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
Melalui tema “Think, Explore, Write! Cara menemukan ide dan mengelola referensi akademik secara efektif” diharapkan kita bisa lebih memahami dalam mencari ide dan mengelola referensi dengan baik dan berkualitas, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.
Sambutan Ketua Program Studi PAI UIN SMH Banten
Sambutan kedua sekaligus resmi acara disampaikan oleh Ketua Program Studi PAI, Dr. Ina Salma Febriani, M.A. Dalam sambutannya, beliau menekankan;
BACA JUGA: Sudah Diperbaiki, TPT Sungai Cibeber Belum Optimal Cegah Banjir hingga Lurah Ungkap Penyebabnya
“Dari tema think explore, dan write sangat bagus, karena kita dianjurkan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum menulis dan mencari sumber referensi,jangan sebaliknya.
“Setelah bahan-bahannya sudah mencukupi,barulah teman-teman menulis. Namun proses menulisnya tidak hanya dilakukan sekali, namun dalam proses yang panjang disertai dengan kesabaran yang tiada henti agar bisa menghasilkan suatu karya (berupa fiksi atau non fiksi)”, Jelas Ina Salma Febriani.
“Tidak ada satu pun hobi yang tidak dibangun dengan konsistensi. Tidak ada usaha yang kita lakukan dan berakhir dengan sia sia. Kalau lah kita tidak suka lagi berdiskusi,berdebat, maka akademisi nya pun akan lama dan lama-kelamaan akan hilang. Walaupun ada alat bantu teknologi yang canggih untuk bisa menulis, namun itu bukan menjadi satu-satunya, melainkan hanya alternatif atau alat bantu saja, tapi untuk menulis tetap membutuhkan proses berpikir. Untuk bisa menulis maka kita harus kritis dulu, kita harus pandai mencerna sesuatu atau peristiwa. Rasa kritis dapat disampaikan melalui lisan maupun tulisan dengan bahasa yang santun”, Tegas nya.
Setelah pembukaan resmi oleh Ketua Program Studi PAI, acara dilanjutkan dengan doa yang di pimpin oleh Muhammad Ridho, diikuti oleh seluruh peserta dengan khidmat.
Sebelum memasuki acara inti, kegiatan ini di moderatori oleh Tubagus Razif Rahman Islami yang akan memandu jalannya acara dengan interaktif dan komunikatif, sehingga suasana webinar berlangsung dinamis dan penuh semangat.
Memasuki inti acara, akan ada penyampaian materi oleh Ahmad Saefudin, S.Pd. beliau menyampaikan dan menekankan bahwa;
“Materi bertema “Think, Explore, Write! Cara Menemukan Ide dan Mengelola Referensi Akademik Secara Efektif” menjelaskan bahwa ide penelitian tidak lahir dari menyalin tulisan orang lain, tetapi dari proses berpikir. Tahap pertama yaitu think, yang menekankan pentingnya berpikir kritis dalam menemukan ide penelitian. Menurut John Dewey, penelitian berawal dari rasa kebingungan yang kemudian memunculkan pertanyaan dan rasa keingintahuan untuk menganalisis suatu fenomena hingga menemukan kesimpulan. Yang kedua yaitu Salah satu cara menemukan ide penelitian adalah melalui pengamatan sosial terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat atau dunia pendidikan. Dari pengamatan tersebut, peneliti dapat menemukan masalah, menentukan tema, dan merumuskannya menjadi judul penelitian”, jelas Ahmad Saefudin
“Tahap berikutnya adalah explore, yaitu mencari dan memilih referensi yang relevan seperti jurnal, artikel penelitian, tesis, laporan penelitian, serta buku pendukung. Kualitas referensi dapat dinilai menggunakan CRAAP Test yang melihat kebaruan sumber, relevansi, kredibilitas penulis, kebenaran data, dan tujuan penulisan. Peneliti juga perlu menghindari kesalahan dalam penggunaan referensi, seperti menggunakan sumber yang tidak kredibel atau tidak membaca sumber asli. Dalam proses penulisan, penggunaan aplikasi seperti *Mendeley atau Zotero* dapat membantu mengelola referensi dengan baik, serta penting untuk menghindari plagiarisme agar karya ilmiah yang dihasilkan tetap orisinal dan dapat dipertanggung jawabkan”, tegasnya.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan antusias para peserta dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan judul “Think, Explore, Write! Cara menemukan ide dan mengelola referensi akademik secara efektif”.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menemukan ide penelitian, serta mengelola referensi akademik dengan baik sebagai bekal dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bertanggung jawab. ***



















