BANTENRAYA.COM – Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Universitas Banten Jaya (Unbaja) menggelar outing class ke Museum Multatuli dan UKM Pabrik Roti. Kunjungan ini salah satu program kegiatan belajar mengajar, selain yang dilakukan di dalam kelas.
Sev Rahmiyanti, Kaprodi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Unbaja menyampaikan bahwa, kunjungan pertama ke Museum Multatuli memiliki tujuh ruang pamer yang memiliki koleksi dan cerita tentang Douwes Dekker, penjajahan, kebijakan tanam paksa yang menyiksa bangsa Indonesia.
“Serta perlawanan terhadap kolonialisme terutama yang dipelopori tokoh asal Banten. Tugas manusia adalah menjadi manusia. Itu kutipan terjemahan dari perkataan Multatuli De Plicht van een mens is mens te zijn, yang terpampang di ruang pertama museum,” katanya.
Baca Juga: Tim PMP Uniba Latih Bumdes Ciomas: Membangun Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif
Di ruang itu juga ada patung separuh badan Dekker. Dari kutipan itu, Dekker mengingatkan bahwa manusia tidak bisa kehilangan rasa kemanusiaannya, dan tidak sewajarnya menjadikan sesama manusia sebagai sapi perahan, budak atau kaum terjajah.
Hal ini membuka wawasan kesejarahan nusantara terkait anti-kolonialisme, terutama di Lebak. Selain itu, tempat ini bisa menjadi tujuan wisata, terlebih lagi karena desain ruang dan beberapa penyajian informasi secara menarik.
Menurutnya, Museum Multatuli Rangkasbitung menampilkan 34 artefak, baik yang asli maupun replika, yang menjadi sarana untuk belajar sejarah. Ini merupakan museum yang tampil sebagai wahana pembelajaran sejarah dan detinasi wisata yang tidak jauh dari ibu kota.
Baca Juga: Pascasarjana Prodi PAI UIN Banten Raih Akreditasi Unggul
Kunjungan kedua, lanjutnya, ke UKM Pabrik Roti Rangkasbitung. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman dan kesempatan kepada mahasiswa melakukan pengamatan yang sesuai dengan topik pembelanjaran dalam situasi nyata di lapangan.
“Mahasiswa mendapatkan pelajaran berharga tentang proses produksi roti serta manajemen dari pengadaan bahan baku, pengolahan atau produksi, hingga barang jadi sampai roti sampai ke konsumen,” ujarnya.
Roti yang diproduksi dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu roti tawar dan roti dengan berbagai varian rasa. Kunjungan kali ini memberikan manfaat bagi mahasiswa mengenai pentingnya mutu produk dari waktu ke waktu, sehingga loyalitas konsumen dapat terus terjaga.
Baca Juga: Setelah PKB Banten, Giliran PPP Tegaskan Belum Mendukung Pasangan Andra-Dimyati
“Selain itu, pemahaman akan proses prduksi serta lingkungan kerja yang mengutamakan unsur safety and health sangatlah penting dalam memberikan jaminan dasar akan keamanan produk dan proses bagi seluruh stakeholder,” jelas Sev Rahmiyanti.***















