BANTENRAYA.COM – Bank Banten memastikan jika nasabah sudah bisa mengakses layanan digital perbankan mulai Januari 2022.
Melalui layanan digital tersebut, nasabah Bank Banten akan diberi kemudahan akses dan koneksi yang stabil.
Sebab, untuk layanan digital itu Bank Banten bekeeja sama dengan Amazon, sebuah perusahaan teknologi internasional.
Baca Juga: Microgreen Solusi Masalah Pertanian Modern, Berikut Penjelasannya
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabaruddin mengatakan, dalam 6 bulan terakhir pihaknya terus melakukan upaya penguatan perusahaan.
Tujuannya agar rekening kas umum daerah (RKUD) Pemprov Banten yang kini dikelola Bank Banten tetap aman.
“Kami ingin memastikan RKUD tidak terjadi bencana lagi. Karena ada kekhawatiran ketika RKUD kembali ke Bank Banten maka dana akan hilang,” ujarnya, Selasa 23 November 2021.
Baca Juga: Canggih! Android TV dengan Google Assistant, ini Cara Kerjanya
Mantan Direktur Utama Bank Kalimantan Selatan itu menuturkan, tak cukup mempertahankan tapi pihaknya juga terus berinovasi untuk meningkat pelayanan.
Salah satunya dengan meningkatkan kanal pembayaran untuk penyetoran pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Banten.
Seperti misalnya, kini pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) sudah bisa dilakukan di minimarket yang di-launching pada Jumat19 November 2021.
Baca Juga: Daftar Nominasi The Best FIFA Football Awards 2021, Ada Dua Pemain Chelsea yang Jadi Kandidatnya
Kemudian juga, nasabah Bank Banten sudah bisa menikmati layanan digital untuk layanan Bank Banten pada Januari 2022.
“Inysa Allah nanti di Januari 2022 kita akan segera launching layanan digital,” katanya.
Baca Juga: Sambut Aksi Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2022, Kawat Berduri Dipasang di Halaman Pemkab Serang
Tak main-main, kata dia, layanan digital yang akan diluncurkan Bank Banten adalah hasil kerja sama dengan Amazon.
Seperti diketahui, Amazon merupakan perusahaan teknologi multinasional milik orang nomor satu di dunia Jeff Bezos.
“Bank Banten bersama dengan Amazon ini adalah merupakan perusahaan internasional yang akan kita kerjasamakan untuk memajukan Bank Banten,” ungkapnya.
Baca Juga: Ribuan Buruh Blokir Kawasan Industri Krakatau Steel
Lebih lanjut dipaparkan Agus, hal lainnya juga terus merealisasikan aksi korporasi Bank Banten.
Ia mencontohkan melakukan ekspansi bisnis tanpa menggunakan dana RKUD melainkan cukup memanfaatkan dana masyarakat.
“Karena ada kekhawatiran bahwa RKUD Bank Banten maka akan hilang. Alhamdulillah, kami berhasil memanfaatkan dana masyarakat untuk ekspansi, kami tidak menggunakan dana RKUD,” tuturnya.
Atas keberhasilan aksi korporasi tersebut, kini Bank Banten memiliki likuiditas yang cukup besar.
Tingkat likuiditas eks Ban Pundi itu kini mencapai Rp3 triliun dan dana tersebut bisa disalurkan sepenuhnya.
“Jadi Alhamdulillah likuiditas kami sangat besar. Jadi likuiditas kami sudah terpenuhi dan bahkan melebihi sehingga kami bisa survive,” tegasnya.
Agus mengungkap, salah satu faktor hingga terciptanya likuiditas yang besar adalah keberhasilan Bank Banten dalam pelaksanaan penawaran umum terbatas (PUT) VII.
Pada PUT VII yang digelar pada Oktober 2021 lalu, bank yang berdiri sejak 2016 itu mampu meraih mendapatan hingga Rp618 miliar dari target Rp600 miliar.
“Sebagai perbandingan PUTN VI itu cuma Rp320 miliar tapi di PUT VII dua kali lipat,” paparnya.
Baca Juga: Buah Manggis Asal Banten Sebanyak 7,2 Ton Diekspor ke China
Menurut Agus, hasil tersebut menunjukkan jika Kepercayaan masyarakat kepada Bank Banten sudah semakin bagus.
Meski demikian, pihaknya tak akan berpuas diri dan akan terus melakukan inovasi untuk lebih memajukan Bank Banten.
“Inovasi terus kami lakukan, TRUST yakni think different, reliable, universe, suistainable dan track,” pungkasnya. ***


















