BANTENRAYA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk, dengan kode emiten (BEKS), berencana akan meluncurkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 2026.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Bustami mengatakan, layanan tersebut merupakan produk KPR pertama yang akan diluncurkan, mengingat Bank Banten tidak pernah menjalankan program KPR sebelumnya.
“Kita rencananya di tahun 2026 ini mulai, karena sebelumnya Bank Banten tidak memiliki produk KPR,” kata Bustami kepada awak media di Gedung Negara Provinsi Banten Jalan Brigjen KH. Syam’un Nomor 5 Kota Serang Banten, Rabu 21 Januari 2026.
Ia melanjutkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sudah meminta agar Bank Banten turut berpartisipasi dalam menangkap peluang program 3 juta rumah.
“Tahun 2025 kita bertemu dengan tim dari kementerian perumahan kami akan mendukung itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Menurutnya, program pembiayaan KPR termasuk rumah subsidi memerlukan kriteria perbankan yang sudah berpengalaman. Oleh sebab itu, perlu ada penyesuaian yang harus dilakukan.
BACA JUGA : Usai RUPSLB, Bank Banten Rombak Jajaran Direksi Ada Dua Nama yang Muncul
“Program 3 juta rumah itu adalah KPR bersubsidi, dan diberikan program KPR ini kepada perbankan yang sudah pengalaman. Insyaallah akan kita laksanakan tahun ini,” cakapnya.
Namun, untuk menjadi bank pelaksana program KPR subsidi (seperti FLPP), bank biasanya diwajibkan tergabung dalam kelompok bank yang memiliki kapasitas likuiditas dan permodalan yang sehat.
Berdasarkan aturan OJK POJK 16/2022, modal disetor untuk mendirikan bank ditetapkan minimal Rp10 triliun, meskipun regulasi permodalan bank (KPMM) dapat berbeda tergantung skala bank.
Dari sisi kinerja, sampai dengan akhir November 2025, total aset Bank Banten telah menembus double digit mencapai Rp10,02 triliun atau meningkat 32,7 persen dari posisi aset di akhir Desember 2024, yang hanya menyentuh angka Rp7,55 triliun.
Sementara, realisasi kredit yang diberikan mencapai Rp4,66 triliun atau naik 21 persen dari posisi per 31 Desember 2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat tajam 43 persen mencapai Rp6,95 triliun.
Pertumbuhan bisnis juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit yang jauh semakin membaik, dengan ratio non performing loan (NPL) gross turun menjadi 5,10 persen.
BACA JUGA : OJK Sebut Bank Banten Tumbuh Positif
Berdasarkan kinerja tersebut, Bank Banten berhasil membukukan laba bersih Rp41,93 miliar di November 2025. Capaian laba ini telah melampaui pecapaian pada Desember 2024 yang sebesar Rp39,33 miliar.
“Kami berhasil mencatat kinerja positif, tercermin dari aset yang sudah diatas Rp10 triliun dan penyaluran kredit diatas Rp5 triliun, termasuk NPL kita sudah dibawah 5 persen sesuai dengan aturan OJK,” kata Bustami.(***)



















