BANTENRAYA.COM – Hyundai Motors Indonesia, fokus untuk menjaga pangsa pasar di tengah kondisi industri otomotif yang penuh tantangan.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan, menjaga market share jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar volume penjualan di pasar yang sedang berfluktuasi.
“Kalau market share Hyundai sampai turun dalam, itu yang paling berbahaya buat kita,” dikutip Bantenraya.com, Kamis 1 Januari 2026.
Hyundai melihat dua faktor utama untuk menjaga dan meningkatkan pangsa pasar. Pertama adalah konsistensi dalam menghadirkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kedua adalah penguatan layanan purnajual agar pengalaman pelanggan semakin baik. Fransiscus menilai suara konsumen sangat menentukan citra merek, terutama di era media sosial.
“Yang bisa memberikan komentar baik atau buruk itu bukan kendaraannya, tapi pemiliknya,” katanya.
BACA JUGA : Hyundai Ogah Ikut-ikutan Perang Harga Murah Mobil Listrik, PeDe dengan Kualitasnya
Sepanjang 2025, kontribusi terbesar Hyundai masih datang dari model Stargazer. Di segmen kendaraan MPV, pasar mengalami penurunan cukup tajam. Namun, penurunan penjualan Stargazer dinilai jauh lebih kecil dibandingkan kompetitor di kelas yang sama.
Kondisi ini membuat Hyundai justru mendapatkan tambahan pangsa pasar dari segmen tersebut. Saat ini, market share Hyundai berada di kisaran 7,3 persen hingga 7,5 persen dan menempatkan Hyundai di posisi empat besar pasar otomotif nasional.
Peluncuran produk baru yang semula direncanakan dalam waktu dekat diputuskan untuk ditunda dan dijadwalkan ulang pada kuartal pertama 2026.
Dalam periode tersebut, Hyundai berencana memperkenalkan dua model baru, masing-masing dengan mesin pembakaran internal dan teknologi hybrid. Sementara untuk kendaraan listrik, Hyundai masih menunggu kejelasan kebijakan insentif dari pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa kontribusi kendaraan elektrifikasi, baik hybrid maupun listrik murni, terus meningkat di Indonesia. Saat ini, kontribusi mobil listrik dan hybrid secara total sudah mendekati 20 persen dari pasar.
“Kami ingin melihat combustion, hybrid, dan EV bisa tumbuh bersama,” cakapnya.
Melihat kondisi makro ekonomi dan arah kebijakan ke depan, Hyundai cukup optimistis menyambut 2026. Penurunan suku bunga dan meningkatnya peredaran uang dinilai dapat mendorong pembelian kendaraan baru, terutama karena mayoritas transaksi otomotif masih didominasi oleh kredit.
BACA JUGA : Beasiswa Hyundai Motor CMK Scholarship Jalan Pintas Kuliah Gratis di Korea Selatan
“Pasar otomotif tahun depan berpotensi tumbuh dan bisa melampaui capaian tahun 2025,” kata Frans. (***)



















