BANTENRAYA.COM – Sejumlah pelancong yang berkunjung ke wisata Adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak mengaku terganggu dengan adanya tumpukan sampah yang berada di terminal Ciboleger di Desa Bojong Menteng.
Para wisatawan mengaku kecewa dan menyayangkan kondisi tersebut. Menurut mereka, keberadaan tumpukan sampah di lokasi yang menjadi pintu masuk kawasan wisata Baduy, merusak pengalaman mereka selama berkunjung ke Kampung Baduy.
“Gak masalah sama wisatanya Baduy, sudah bagus banget. Hanya agak kecewa saja karena pertama kali datang pas di bagian luar (Terminal Ciboleger) kita disuguhkan tumpukan sampah,” kata seorang wisatawan, Hendra saat ditemui pada Kamis, 1 Januari 2025.
Hardi juga menyebut bahwa kondisi tumpukan sampah itu juga sudah mulai berbau busuk. Dia menyayangkan tidak adanya penanganan dari pengelola terminal maupun pemerintah daerah. Menurutnya, kebersihan merupakan salah satu hal yang menjadi penilaian dia maupun wisatawan lainnya ketika berkunjung ke suatu tempat.
“Kalau melihat dari tumpukannya yang sudah sebanyak itu dan sudah mulai berbau kayaknya sudah cukup lama. Mengganggu banget, apalagi banyak tempat makan juga di terminal,” ularnya.
BACA JUGA : 98 Persen Warga Baduy di Lebak Kini Sudah Memiliki KTP
Di lapangan, sampah-sampah itu sendiri rupanya dikumpulkan secara sukarelawan oleh warga sekitar. Warga kemudian membungkus sampah itu menggunakan karung. Makin hari, tumpukan karung berisi sampah makin tinggi karena tak kunjung diangkut.
Seorang warga sekaligus jurusan parkir di Terminal Ciboleger yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa kebanyakan sampah-sampah itu berasal dari wisatawan yang transit sebelum memasuki kawasan Baduy dengan berbagai jenis, mulai dari makanan hingga yang paling dominan ialah sampah plastik.
Katanya, sudah dua bulan sampah di lokasi itu tak diangkut, tumpukkan sampah itu kini berbau busuk dan sangat menganggu.
“Jadi sampah itu berceceran sebetulnya. Oleh warga dikumpulkan. Kalau hujan ya banjirnya banjir sampah. Pada muncul semua sampahnya,” katanya. (***)

















