BANTENRAYA.COM – PT Bank Rakyat Indonesisa atau BRI, siapkan dana segar Rp3 triliun untuk melakukan aksi buyback saham yang sudah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Hasil keputusan RUPST BRI, buyback dilakukan melalui bursa efek maupun di luar bursa efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lama 12 bulan setelah tanggal RUPST.
Direktur Finance Strategy BRI Viviana Dyah Ayu menyampaikan, pihaknya masih memiliki alokasi budget untuk melakukan buyback saham.
“Kami mendapatkan budget kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget yang dapat kami pakai sesegera mungkin jika melihat situasi pergerakan BBRI,” kata Vivian dalam keterangan resmi dikutip Bantenraya.com, Kamis 6 November 2025.
BACA JUGA : Musnahkan Narkoba 2,1 Ton di Wastec Cilegon, Polri Ungkap Banyak Diproduksi di Pabrik Dalam Negeri
Adapun harga saham BBRI sendiri saat ini dinilai undervalue. Tercermin dari data Bloomberg pada Jumat 31 Oktober 2025.
Dari total 37 analis yang memberikan pandangan terhadap saham BBRI, sebanyak 30 analis atau sekitar 81 persen merekomendasikan beli dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan sebesar Rp4.651 per saham.
Saat ini PBV BRI berada di level 1,80 kali posisi 31 Oktober 2025 atau masih dibawah rata-rata PBV 5 tahun sehingga BBRI dapat dikategorikan undervalue.
“Saat ini memang kami melihat saham BBRI undervalue, kami mempertimbangkan untuk melakukan hal (buyback) tersebut,” ujar Viviana.
Langkah yang diambil BRI tersebut juga mempertimbangkan kondisi kinerja keuangannya, hingga akhir kuartal III 2025 BRI berhasil mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan.
BACA JUGA : Update Klasemen BRI Super League, Borneo FC Nyaman di Puncak Usai Libas Dewa United
Hal tersebut ditunjukkan dari kemampuan BRI memperoleh laba sebesar Rp41,2 triliun dengan indikator kinerja kunci yang sehat dan tumbuh positif. Tercatat, total aset BRI tumbuh 8,2 persen ecara tahunan, menjadi Rp 2.123,4 triliun.(***)



















