BANTENRAYA.COM – Angin segar menerpa beberapa emiten saham seperti, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), hingga PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC).
Emiten saham mereka mulai kembali diminati usai tersengat isu cukai yang batal naik pada tahun 2026.
Dalam beberapa waktu terakhir, investor kembali tertarik untuk mengoleksi emiten tersebut.
BACA JUGA: Komitmen Honda Banten dan Heart Beat Tumbuhkan Kreativitas Anak Muda
Berdasarkan catatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) nilai sahamnya meroket 150 persen ke level Rp545 dalam sepekan.
Sementara itu, harga GGRM naik hingga 34,17 persen dalam sepekan terakhir ke level Rp14.625 per lembar. Dalam sebulan terakhir, harganya sudah meroket 64,79 persen.
Emiten HMSP juga naik 33,59 persen menjadi Rp875 per lembar, dengan kenaikan bulanan mencapai 63,55 persen.
BACA JUGA: NYOBA MANGGUNG Vol. 4, Tawarkan Wadah Berekspresi Bagi Musisi Lokal di Banten
Sementara itu, WIIM melejit 84,94 persen dalam periode yang sama, dan sebulan terakhir naik ke level Rp1.535 per saham.
Dalam riset yang terbit 15 September 2025, CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) memprediksi program subsidi pemerintah yang lebih agresif pada paruh kedua 2025 akan menopang daya beli masyarakat.
Kondisi ini memberi ruang bagi emiten tersebut untuk melakukan penyesuaian harga yang lebih efektif.
Namun, pihaknya tetap mengingatkan potensi risiko seperti penjualan rokok yang lebih lemah dari perkiraan atau maraknya peredaran rokok ilegal yang dapat menekan kinerja saham-saham tersebut.
Disclaimer on, Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
Bantenraya.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.***



















