BANTENRAYA.COM – PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM berupaya untuk menggenjot optimalisasi rantai pasok domestik guna memenuhi kebutuhan komoditas emas yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Arianto S Rudjito mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan PT Freeport guna mensuplai kebutuhan bahan baku emas.
“Pasokan bahan baku emas domestik baru 22 persen dan 78 persen ialah impor, hal ini tentu akan memperkuat rantai pasok. Seiring dengan peningkatan kapasitas emas, kami menandatangani 30-50 ton emas murni dengan PT Freeport,” kata Arianto dikutip Bantenraya.com dalam public expose, Senin 22 September 2025.
ANTM juga tengah melakukan perencanaan untuk membuka pabrik baru di Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 5 juta batang dan koin emas per tahun dengan nilai investasi Rp1,1 triliun.
“Hal ini dilakukan untuk menjaga margin yang tetap positif, kami terus menghadapi fluktuasi potensi kenaikan biaya, namun beberapa langkah efisiensi kedepan telah kita buat antara lain optimalisasi rantai pasok, renegosiasi dengan Frekuensi sehingga bisa terjadi peningkatan utilisasi,” paparnya.
BACA JUGA: IPO Saham EMAS Diketok Rp2.880, Kepercayaan Pasar Bakal Semakin Tumbuh
ANTM juga membukukan catatan positif sepanjang semester 1 2025, dengan pendapat Rp59 triliun per Juni 2025, sebesar 84 persen dari total pendapatan berasal dari sektor emas.
“Pendapatan perusahaan per Juni tahun ini mencapai Rp59 triliun,” imbuhnya.
Sedangkan pada posisi kedua terdapat sektor nikel yang menyumbang sebesar 13 persen dari total pendapatan perusahaan atau sekitar Rp7,9 triliun.
“Termasuk kami akan fokus pada peningkatan ekosistem pengguna baterai (EV) di Halmahera dengan menggandeng CATL pada akhir bulan September atau awal Oktober bisa berjalan, dengan kapasitas 88 ribu ton Nickel Pig Iron (NPI) per tahun,” kata Arianto.***



















