BANTENRAYA.COM – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Ekosistem Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, menyediakan lahan untuk kebun percontohan.
Kebun percontohan yang disiapkan SPPG Sukaratu 6, dalam rangka memenuhi kebutuhan sayur dan buah dalam penyajian menu program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Kepala SPPG Sukaratu 6, Mulyadi mengatakan, kebun percontohan yang dikelola SPPG Sukaratu 6, bekerja sama dengan petani lokal.
Pihaknya telah membangun komunikasi dengan petani untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
“Dapur ekosistem kita berkebun sendiri. Lokasinya di Gunung Karang. Jenis sayuran yang ditanam, seperti wortel, cabai, buncis, dan kacang panjang,” kata Mulyadi, Kamis, 5 Februari 2026.
BACA JUGA: MBG di Banten Tetap Ada Selama Ramadan, Ini Bocoran Menunya
Kata Mulyadi, bahan baku makanan yang diolah SPPG disuplai dari petani lokal. Lantaran hasil panen para petani nantinya akan diserap oleh pihak SPPG.
“Jadi untuk bahan sayuran SPPG kita langsung dari petani. Kita bantu penuhi pupuknya, dan bibitnya. Lalu mereka menjual hasil panennya ke dapur kita untuk memenuhi menu pangan MBG,” katanya.
Menurutnya, SPPG yang dikelolanya terus menggandeng para petani dalam penyediaan bahan pangan menu MBG, yang berasal dari hasil tanaman petani.
Hal itu dilakukan agar para petani bisa berdaya, sehingga dapat membantu ekonomi para petani lokal. “Harapan kedepan dengan adanya dapur MBG, petani maupun nelayan semuanya harus terlibat,” jelasnya.
BACA JUGA: MBG di Kota Serang Belum Fokus Menyasar ke Bumil, Busui dan Balita
Mulyadi menerangkan, SPPG miliknya mendistribusikan menu MBG menyasar pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, lansia, hingga santri Pondok Pesantren (Ponpes).
Namun dapur ekosistem ini akan lebih difokuskan kepada santri-santri yang ada di Ponpes Salafiyah.
“Rencananya kita distribusikan ke pesantren-pesantren salafiyah yang selama ini belum dapat distribusi. Totalnya penerimanya sekitar 6 ribu santri,” terangnya.***
















