BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) mengunjungi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP). Hasilnya Pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 400 unit.
Zakiyah mengatakan, kunjungan tersebut membahas penanganan rutilahu dan rumah rusak akibat bencana hidrometerologi di Kabupaten Serang.
“Kita ingin menyampaikan program yang sudah kita lakukan di terkait penanganan rutilahu dan kejadian dampak dari bencana hidrometeorologi di Kabupaten Serang,” ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, setelah mengunjungi Kemen PKP Pemkab Serang akhirnya mendapatkan bantuan pembangunan rutilahu sebanyak 400 unit untuk Kabupaten Serang.
“Alhamdulillah kita disambut dengan baik. Kami akan diberi bantuan pembangunan rutilahu kurang lebih 400 unit. Semoga ke depan bisa bertambah lagi bantuannya,” katanya.
BACA JUGA : 519 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Serang Gagal Panen
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DKPP) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, bantuan tersebut akan digunakan untuk pembanguan Rutilahu pada tahun 2026.
“400 unit itu sudah pasti. Intinya Ibu Bupati menyampaikan terkait dengan rencana penanganan rutilahu dan rumah terkena bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sampai dengan akhir 2025 kan masih ada 7.122 rutilahu yang belum diperbaiki sehingga Pemkab Serang mengusulkan bantuan sebanyak 3.081.
“Karena usulan awal dari Kabupaten Serang ini sudah masuk 1.000 unit melalui aplikasi SiBaru (sistem informasi bantuan perumahan). Jadi sementara untuk tahap awal disetujui 400 unit dulu,” katanya.
Okeu menuturkan, Bupati Serang juga mengusulkan bantuan pembangunan rumah yang terdampak bencana hidrometerologi yang jumlahnya mencapai 95 unit.
BACA JUGA : Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande
“Dari 95 unit itu, rusak ringan ada 15 unit, rusak sedang 31 unit, dan rusak beratnya 49 unit. Jadi dari yang 95 ini Pemkab Serang hanya mampu menangani 20 unit melalui program penanganan rumah mendesak,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, Badan Amil Zakat Nasional juga akan melakukan penanganan sebanyak 10 unit rumah yang terdampak bencana hidrometerologi.
“Kemudian dari CSR BPR juga ada satu unit, kemudian kita juga ajukan ke Gubernur Banten sebanyak 45 unit. Kalau ini terealisasi dari 95 ini tinggal 20 unit lagi yang belum tertangani,” paparnya. (***)
















