BANTENRAYA.COM – Sebuah insiden yang melibatkan ambulans dan panitia hajatan pernikahan terjadi di wilayah Kubang Sepat, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Kejadian tersebut menjadi sorotan publik setelah rekamannya viral di media sosial, terutama di Instagram.
Video peristiwa itu diunggah oleh akun Instagram @infocilegon dan dengan cepat menyebar luas.
Kronologi Ambulans vs Pemilik Hajatan di Kota Cilegon
BACA JUGA: Pemkab Serang Mulai Hitung Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, Tim TPAD Minta Tenggat 1 Bulan
Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah ambulans yang hendak menjemput pasien terhalang oleh adanya hajatan pernikaha yang menggunakan sebagian badan jalan.
Berdasarkan informasi yang beredar, sopir ambulans dari Banten Rescue awalnya berniat menjemput pasien.
Namun, akses jalan menuju lokasi terhambat karena area tersebut dipenuhi tenda hajatan.
Selain itu, sejumlah kendaraan tamu undangan juga terlihat terparkir di bahu jalan sehingga membuat jalur semakin menyempit.
BACA JUGA: Sukses Ekspor Emping Melinjo Dari Desa Sindang Sari, Kabupaten Lebak, Menuju Timur Tengah
Merasa terhalang, sopir ambulans kemudian merekam situasi tersebut sebagai dokumentasi.
Situasi pun memanas hingga terjadi adu mulut antara sopir ambulans dan panitia hajatan.
Keduanya terdengar saling berbicara dengan nada tinggi, bahkan sempat melontarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas.
Unggahan video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti bahwa ambulans memiliki prioritas di jalan raya dan seharusnya diberikan jalan sesuai aturan yang berlaku.
BACA JUGA: HUT ke 4 RBC, Pelaku UMKM di Kota Cilegon Dibekali Teknik Marketing Melalui Tiktok Affiliate
Tak sedikit pula yang menyindir pihak penyelenggara hajatan karena dinilai menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi hingga menghambat akses darurat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari kedua belah pihak terkait insiden tersebut.
Meski demikian, perbincangan dan komentar dari warganet terus berdatangan di media sosial, menyoroti pentingnya kesadaran bersama untuk tidak menghalangi akses kendaraan darurat. ***
















