BANTENRAYA.COM – Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak merupakan salah satu sentra produksi emping melinjo di Provinsi Banten.
Tak hanya memenuhi pasar dalam negeri, Kepala Desa Sindangsari, Yudi menyebut bahwa emping yang berasal dari desanya juga laku terjual hingga ke mancanegara. Sejumlah negara yang rutin mengirim permintaan emping melinjo Desa Sindangsari diantaranya Singapura, Malaysia bahkan hingga Arab Saudi.
“Pemasaran tidak terlalu sulit. Ada yang ke Singapura, Malaysia, bahkan Arab Saudi, sesuai permintaan. Jadi tidak hanya dijual di pasar lokal saja,” kata Yudi, Kamis, 5 Februari 2026.
Yudi mengungkapkan, emping melinjo dari Desa Sindangsari sendiri merupakan produk asli yang dilakukan oleh warga secara langsung dalam skala industri rumah tangga. Dia bilang, ada sekitar 20 rumah yang aktif memproduksi emping melinjo yang sudah bertahan selama lebih dari 15 tahun.
“Kurang lebih sudah 15 tahunan pengrajin emping di sini bertahan, dan sampai sekarang masih terus berjalan. Kami dari desa juga terus mendorong agar produksi ini terus berlanjut termasuk membantu memasarkan,” ungkapnya.
BACA JUGA : Pasar Emping Gunungsari Terbengkalai, Pedagang Hengkang Satu Per Satu
Kendati begitu, Yudi mengakui bahwa produsen emping melinjo kerap menyampaikan sejumlah tantangan dalam memproduksi makan ringan berbentuk bundar pipih tersebut. Dalam hal ini ialah desanya yang belum mampu menyediakan bahan baku secara terus menerus. Produsen pada akhirnya harus mendatangkan bahan baku dari luar.
Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dapat mendorong pengembangan penanaman melinjo agar pasokan bahan baku lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kalau di Sindangsari sedang tidak musim, bahan baku didatangkan dari luar daerah, bahkan ada yang dari Pulau Sumatra. Kami sudah lama membahas soal penanaman melinjo agar pengrajin tidak kesulitan bahan baku,” ujarnya.
Salah seorang pengrajin emping melinjo, Nurlaila mengaku biasa mengolah sekitar satu kuintal emping melinjo. Saat ini, harga emping melinjo sendiri berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram. Harga ini sendiri disebut cukup tinggi karena normalnya, emping melinjo dari Desa Sindangsari dihargai sekitar Rp45 hingga Rp50 ribu per kilogram.
BACA JUGA : Tingkatkan Daya Saing, Kelurahan Pabean Optimalkan Produksi dan Kemasan Emping Melinjo Bertajuk Pabean Juare
“Usaha ini sudah 25 tahun, bukan turun-temurun, saya mulai sendiri. Sekarang ada empat karyawan, semuanya ibu-ibu dari kampung sekitar,” kata Nurlaila. (***)
















