BANTENRAYA.COM – Proses cut and fill atau pematangan lahan kawasan Hunian Tetap (Huntap) Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong bagi penyintas korban banjir bandang dan longsor Kabupaten Lebak tahun 2020 kembali tertunda.
Penyebabnya terjadi pada proses lelang proyek yang hingga kini tak juga selesai.
Informasi yang dihimpun, pemenang tender pematangan lahan disebut mengundurkan diri.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sendiri sebelumnya menargetkan lelang selesai akhir Januari 2026 dan proses pematangan dimulai pada 26 Januari 2026 kemarin.
“Kabarnya pemenang tender proyek pematangan lahan ini mengundurkan diri. Jadi prosesnya terus berlanjut, sementara di lapangan pematangan belum dimulai,” kata salah seorang warga Hunian Sementara (Huntara) Cigobang, Zaenudin dihubungi, Rabu, 4 Februari 2026.
BACA JUGA: Pengusaha Lokal Minta Proyek Rp5 Triliun Tanpa Tender, Begini Reaksi Andra Soni dan Dimyati
Zaenuddin menyampaikan, kondisi ini membuat warga calon penghuni Huntap Cigobang harus kembali bersabar usai target dimulainya pematangan kembali molor. Mereka berharap proses pembangunan hunian bisa segera dimulai agar kehidupan pascabencana dapat segera pulih.
Zaenudin menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima warga juga, proses lelang ditargetkan paling lambat rampung pada rentang Kamis hingga Sabtu, 5-7 Februari 2026. Setelah itu, pekerjaan pembukaan lahan diharapkan bisa segera dimulai.
“Warga terus memantau perkembangan tersebut karena menyangkut kepastian tempat tinggal permanen bagi para penyintas bencana. Saya berharap tidak ada lagi penundaan yang berkepanjangan,” ucapnya.
Zaenudin juga menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp56 miliar dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan cair setelah Pemkab Lebak menyelesaikan proses pembukaan lahan Huntap.
“Karena itu, saya berharap pemerintah daerah benar-benar menepati komitmen yang telah disampaikan kepada warga. Kepastian waktu dinilai sangat penting agar warga tidak terus hidup dalam ketidakpastian,” tegasnya.
BACA JUGA: BUMDes Teluk Terate Ternak 12 Ribu Ikan Lele, Diklaim Sumbang Pendapatan Desa
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta, membenarkan bahwa pembukaan lahan Huntap Cigobang belum dimulai karena proses lelang perusahaan pelaksana masih berjalan.
Menurut Sukanta, tahapan administrasi tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan fisik di lapangan dapat dilakukan. Ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya mempercepat prosesnya.
“Betul, proses lelangnya masih berjalan. Setelah lelang selesai dan ada pemenangnya, maka pembukaan lahan Huntap Cigobang akan segera dilaksanakan,” kata Sukanta.
Ia menambahkan, seluruh tahapan pembangunan Huntap akan berjalan sesuai ketentuan setelah proses lelang rampung, dan pemerintah berkomitmen untuk mempercepat realisasi hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Cigobang.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Halson Nainggolan, membenarkan bahwa pembukaan lahan Huntap Cigobang belum dimulai karena proses lelang masih berlangsung.
BACA JUGA: Cara Resmi Buka Usaha Bisnis Handphone Apple untuk Pemula, Praktis dan Mudah
Ia memastikan, seluruh tahapan pembangunan Huntap akan berjalan sesuai ketentuan setelah proses administrasi selesai, dan pemerintah daerah berkomitmen mempercepat realisasi hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Cigobang.
“On proses pengadaan,” kata Halson singkat.
Diketahui, Pemkab Lebak sendiri sebelumnya berencana melakukan pematangan lahan kawasan huntap Cigobang seluas 5,4 hektare dengan anggaran hampir Rp2,55 miliar.
Anggaran itu diambil dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) APBD tahun 2026 Kabupaten Lebak yang digeser ke program Dinas Perkim.
Pematangan lahan sendiri merupakan tahap awal sebelum nantinya Pemerintah Pusat melakukan pembangunan Huntap bagi 221 KK yang sudah menunggu sejak tahun 2020 silam.***

















