BANTENRAYA.COM – Komisi V DPRD Provinsi Banten mendukung upaya Pemerintah Provinsi Banten yang akan memperluas cakupan program sekolah gratis swasta setingkat SMA/ SMK/ dan SKH yang akan diperluas sampai dengan ke madrasah.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten Muhsinin mengapresiasi rencana swkolah gratis yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten dan dia juga mendukung langkah tersebut untuk segera direalisasikan.
“Saya sebagai wakil rakyat sangat mendukung program ini 100 persen sekolah gratis,” kata Muhsinin, Rabu (28/1/2026).
Ketua Forum Madrasah Diniyah Takmiliyah Provinsi Banten ini mengungkapkan hak untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya berlaku bagi para siswa di sekolah umum melainkan juga para siswa atau santri di madrasah sekolah gratis.
BACA JUGA : Inilah Sosok yang Menginspirasi Andra Soni Membuat Program Sekolah Gratis
Sebab mereka juga adalah putra-putri bangsa yang ke depan akan memajukan daerah dan bangsa ini dengan pengetahuan yang mereka miliki.
“Kita sambut dengan senang hati program sekolah gratis ini,” ujarnya.
Karena itu, Muhsinin mengaku mendukung sekali upaya dan rencana yang akan dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah melalui program sekolah gratis yang direncanakan akan diperluas juga sampai ke madrasah swasta.
Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, hingga saat ini kondisi madrasah yang ada di Provinsi Banten memerlukan sejumlah penguatan.
Penguatan tidak hanya berupa dukungan secara penganggaran melainkan juga program-program yang bisa membantu madrasah, baik secara kelembagaan maupun peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Dengan menyertakan madrasah sebagai lembaga yang akan mendapat program sekolah gratis maka akan ada pemerataan akses pendidikan yang tidak hanya dapat dirasakan oleh murid dari sekolah umum melainkan juga dari madrasah.
BACA JUGA: 75 Persen Fasilitas Sekolah Gratis Tidak Lengkap
Apalagi madrasah secara sejarah lahir lebih dulu dibandingkan sekolah umum karena madrasah berasal dari lembaga pendidikan di pondok pesantren yang eksis lebih dulu lewat wali songo dibandingkan sekolah formal yang kemudian baru ada karena didirikan oleh bangsa kolonial Belanda.
Muhsinin mengaku akan mendorong program ini masuk ke madrasah bila sesuai dengan visi misi dan janji kampanye Andra Soni dan Dimyati Natakusumah. (***)

















