BANTENRAYA.COM – Tebing setinggi 10 meter, tepatnya di Kampung Palingping, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, longsor, Rabu (28/1).
Peristiwa longsor terjadi akibat tergerus debit air Sungai Cipining. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsornya tebing, namun menyebabkan tanah menutupi aliran Sungai Cipining.
Surta, warga setempat mengatakan, tanah yang berada di bantaran Sungai Cipining longsor karena tingginya debit air. Lantaran beberapa hari terakhir hujan cukup deras. “Debit ari sungai sempat tinggi. Mungkin itu yang jadi penyebab tanah longsor,” kata Surta.
Dikatakannya, tebing tersebut berdekatan dengan Hunian Tetap (Huntap) warga korban tsunami tahun 2018. Diharapkan tebing tersebut dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT), khawatir tanah yang longsor kembali meluas. “Kami berharap ada TPT. Kalau dibiarkan longsor akan meluas ke rumah warga,” harapnya.
BACA JUGA : Honda Banten Bantu 367 Pengungsi Longsor di Kabupaten Serang
Camat Sumur, Aang Sumarna membenarkan, bencana tanah longsor yang terjadi di tebing Sungai Cipining akibat tidak kuat menahan derasnya air sungai. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa longsornya tebing.
Menurutnya, pihaknya sudah meninjau lokasi tebing yang longsor. Tanah longsor tersebut sudah dilaporkan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang agar mendapatkan penanganan. “Sudah kami tinjau untuk dilaporkan ke dinas. Semoga nanti akan ada penanganan sementara,” ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Pandeglang, Acep Firmansyah menerangkan, tanah longsor di kawasan tebing Sungai Cipining akibat curah hujan tinggi. Dengan ketinggian longsor mencapai 10 meter.
“Tanah longsor disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dengan intensitas waktu yang cukup panjang dan kondisi kontur tanah yang labil. Dengan kondisi ke dalaman longsor 30 meter dan panjang longsor 50 meter,” terangnya.
Dijelaskannya, tanah longsor tersebut berada di dekat Huntap warga. Titik longsor dengan huntap berjarak 10 meter. Tidak ada kerusakan rumah maupun fasilitas umum akibat longsor. “Untuk penghuni huntap yang berdekatan dengan titik longsor sudah mengungsi ke kediaman saudaranya, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” jelasnya. (***)















