BANTENRAYA.COM – Kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak menjadi atensi khusus Kejaksaan Negeri atau Kejari Pandeglang.
Motif, kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang dipicu karena lemahnya pengawasan dari orang tua.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pandeglang, Indra Gunawan mengatakan, pihaknya tengah menangani kasus perkara tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.
Data perkara kasus pencabulan dari Januari 2025 sampai Januari 2026 mencapai 24 kasus.
“Sebagian perkara kekerasan seksual anak sudah ada yang putus, dan sebagian perkara ada yang sedang kami tangani,” kata Indra, ditemui di ruang kerjanya, Senin, 19 Januari 2026.
BACA JUGA: Dukung Pengembangan UMKM, Kelurahan Kebonsari Wacanakan Pembangunan Gapura Sentra Gipang
Dijelaskannya, kebanyakan anak yang menjadi korban kekerasan seksual perempuan berusia 5 hingga 17 tahun.
Pada kasus kekerasan seksual yang ditangani tersebut, lanjutnya, kebanyakan tersangka atau terdakwa orang terdekat korban.
“Terduga pelaku dewasa. Ada yang pelakunya orang tua. Rata-rata tetangga korban dan tinggal di lingkungan korban,” jelasnya.
Indra mengaku, Kejari Pandeglang terus melakukan upaya pencegahan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pandeglang.
Pihaknya mengimbau, para orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pencegahan terhadap kejahatan pencabulan.
BACA JUGA: Cabang ke 4 Jannor Coffee Buka Kembali di Cilegon, Perkuat Segmen Anak Muda
“Perlu peran serta semua pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya kasus pencabulan, terutama peran orang tua, karena lingkungan juga berpengaruh, ditambah adanya niat jahat dari para pelaku,” pesannya.
Tidak hanya perkara kekerasan seksual terhadap anak, kata Indra, Kejari tengah menangani kasus pencurian sebanyak 55 perkara, perkara narkotika sebanyak 22 perkara.
Sementara sisanya merupakan tindak pidana lainnya, seperti persetubuhan, pengeroyokan, dan tindak pidana terhadap orang dan harta benda.
“Mayoritas perkara masih didominasi kasus pencurian dan narkoba. Ini juga menjadi perhatian kami,” terangnya. ***















