BANTENRAYA.COM – Aliansi Korban Banjir Kota Cilegon, mendesak Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon agar membentuk tim khusus penanganan banjir.
Tim Khusus Penanganan Banjir di dalamnya terdapat berbagai unsur seperti dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD, DPUPR, DLH, Kadin, Aliansi Masyarakat Cilegon dan Industri.
Desakan itu disampaikan Aliansi Korban Banjir saat Rapat Dengar Pendapat di Aula DPRD Kota Cilegon pada Jumat, 9 Januari 2026.
Perwakilan Aliansi Korban Banjir Kota Cilegon Muhammad Ibrohim Aswadi mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan pihaknya kepada DPRD Kota Cilegon dan Pemkot Cilegon, terkait persoalan banjir.
“Kita menyampaikan persoalan banjir dari hulu ke hilir, baik dari Jalan Lingkar Selatan sampai ke Kawasan Industri,” ujarnya.
BACA JUGA: Anggaran Penanganan Banjir Cilegon Pekan Lalu Melalui PMI Capai Rp 79 Juta
Ibrohim mengatakan, di wilayah hulu harus dilakukan moratorium tambang, penghijauan dan rekondisi ulang.
Permasalahan di wilayah tengah, seperti gorong -gorong rel kereta api yang sempit, gorong-gorong jalan nasional dan pagar industri yang menjadi penghalang laju air ke hilir.
“Perlu ada sodetan-sodetan baru mulai dari Citangkil ke Gunung Sugih,” ujarnya.
Sedangkan di wilayah hilir, permasalahan pembuatan sodetan baru di sekitar industri dari Citangkil hingga ke Gunung Sugih, yang alirannya mengarah ke laut lepas.
“Tadi yang terbaru perlu dibangun LWS itu sekitar 3 kilometer, itu menjadi solusi,” ucapnya.
BACA JUGA:Banjir Besar di Ciwandan, Warga Ungkap 10 Sungai Hilang dan Alih Fungsi Industri
Mantan Anggota DPRD Kota Cilegon ini meminta kepada pemerintah, agar menyelesaikan persoalan-persoalan penyebab banjir dan meminta kepada pemerintah agar membuatkan Long Water Storage (LWS), serta membuatkan tim khusus untuk menangani banjir yang dibentuk langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar.
“Kita meminta dibentuk Tim Penanganan Banjir di Kota Cilegon ada dari pemerintah, industri, Forkopimda dan Perwakilan Masyarakat Korban Banjir,” katanya.
Sementara, Pelaksana Tugas Sekertaris Daerah atau Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan banjir di Kota Cilegon dengan melakukan normalisasi sungai, memperluas saluran irigasi dan lain sebagainya.
“Kami diundang DPRD Kota Cilegon Rapat Dengar Pendapat, hari ini telah mendapatkan beberapa solusi agar tidak ada banjir lagi,” ucapnya.
Adapun mengenai permohonan masyarakat untuk membentuk Tim Khusus, kata Aziz, hal itu sangat baik untuk dilakukan, lantaran penanganan banjir tidak lepas dari stakeholder terkait lainya di Cilegon.
BACA JUGA:12.533 Korban Banjir Belum Dapat Bantuan, Pemkot Cilegon Dorong Pencairan Buffer Stock Kebencanaan
“Untuk mencari solusi ke depan nanti kami akan bentuk Tim Penanganan Banjir,” ujarnya.
Oleh karena itu, agar pembentukan tim itu segera dilakukan pendataan siapa saja yang akan dibentuk dalam tim tersebut.
“Tim Penanganan Banjir nanti ada SK Walikota,” tuturnya.***


















