BANTENRAYA.COM – Anggaran penanganan banjir di Kota Cilegon melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon pada pekan lalu mulai Jumat 2 Januari sampai Senin 5 Januari 2026 mencapai Rp 79 juta.
Diketahui sejak Jumat 2 Januari 2026 telah terjadi bencana banjir di beberapa wilayah Kota Cilegon, bahkan sampai Minggu 4 Januari 2026 masih terdapat wilayah yang terjadi banjir.
Terjadinya bencana banjir dikarenakan curah hujan dengan intensitas tinggi dengan waktu yang cukup lama mengguyur Kota Cilegon tak henti.
Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, warga yang terdampak banjir di Kota Cilegon pada pekan lalu terdapat sebanyak 7.021 jiwa yang terdampak.
PMI Kota Cilegon telah melaporkan hasil dari penanggulangan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Cilegon kepada Pemerintah Kota Cilegon termasuk jumlah anggarannya.
BACA JUGA : UMKM Kota Cilegon Enggan Pindah Ke Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Jika Ditarik Biaya Sewa
Laporan tersebut telah disampaikan oleh Ketua PMI Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis didampingi Wakil Ketua Encep Nurdin, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Hedi Jamhari, Sekretaris Ujang Samsul, dan Bendahara Muhammad Yunus.
Ketua PMI Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis mengatakan, penyampaian laporan berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon kepada oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon Azis Setia Ade.
“Laporan ini memuat rangkaian kegiatan penanggulangan banjir yang dilaksanakan melalui PMI Kota Cilegon selama periode 2–5 Januari 2026 kemarin,” katanya kepada Banten Raya, Jumat 9 Januari 2026.
Berdasarkan data PMI Kota Cilegon, anggaran yang digunakan untuk penanganan banjir pada pekan lalu di Kota Cilegon sebesar Rp 79.179.800 juta.
Anggaran penanganan banjir dari hasil penggalangan donasi sebesar Rp 46 juta.
“Dari donasi Rp 46 juta, sisanya Rp 33.179.800 juta dari kas PMI Kota Cilegon,” ungkapnya.
Total anggaran Rp 79.179.800 juta tersebut digunakan untuk dapur umum, distribusi bantuan, layanan kesehatan, hingga koordinasi dengan berbagai unsur relawan.
Diketahui, selama penanganan banjir pada pekan lalu terdapat 4 posko dapur umum yang telah mendistribusikan 9.722 nasi bungkus untuk warga yang terdampak banjir.
“Laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus transparansi PMI kepada pemerintah daerah dan masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA : Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM
Ia menuturkan, PMI bergerak berdasarkan prinsip kemanusiaan, netral, dan independen.
“Tetapi kami sia selalu bersinergi dengan berbagai pihak demi membantu masyarakat terdampak,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon Azis Setia Ade menyampaikan, rasa apresiasi dan terima kasih kepada PMI Kota Cilegon beserta seluruh relawan yang telah terlibat aktif dalam penanganan banjir di Kota Cilegon.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PMI Kota Cilegon atas kerja kemanusiaan, dedikasi,” ucapnya.
“Dan kontribusinya dalam membantu masyarakat terdampak banjir. Sinergi ini sangat penting dan kami berharap terus terjaga ke depannya,” tandasnya.
Pemkot Cilegon menilai peran PMI Kota Cilegon sangat strategis dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, khususnya melalui layanan dapur umum, kesehatan, dan distribusi bantuan.
“Dari laporan ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” pungkasnya. (***)















