BANTENRAYA.COM – Permintaan jagung manis di Kabupaten Lebak melonjak hingga 60 persen. Petani bahkan mengaku dapat meraup omzet rata-rata hingga Rp12 juta di musim panen akhir tahun ini.
Lonjakan permintaan berbarengan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang puncak tahun baru 2026.
“Sekarang sudah terjual hampir satu ton dengan harga per kilogramnya mencapai Rp12 ribu,” kata salah seorang petani di Warunggunung, Ahmad Firmansyah, Selasa, 30 Desember 2025.
Ahmad menyebut, lonjakan permintaan dibantu dengan membumbungnya harga jual di tingkat petani. Jika di waktu normal, harga jagung manis biasanya hanya dikisaran Rp8 hingga 10 ribu per kilogram.
“Ada sekitar 4 sampai 5 ribu batang jagung di lahan saya yang sudah ditanam sekitar 3 sampai 4 bulan lalu,” ucapnya.
Ahmad mengungkapkan, permintaan jagung miliknya kebanyakan datang dari pengepul. Oleh pengepul biasanya dijual kembali penjual yang lebih kecil.
Permintaan Jagung Manis dari Luar Lebak
Pesanan pun datang dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Lebak hingga luar daerah seperti Serang, Tangerang, hingga Jakarta.
“Bahkan pesanan sudah datang ketika saya masih baru mulai melakukan penanaman,” ungkapnya.
Kendati begitu, Ahmad mengakui adanya tantangan perawatan jagung miliknya saat akhir tahun karena cuaca yang cenderung lebih sering hujan.
Untuk itu, biaya perawatan juga ikut membengkak. Kendati begitu, modal yang ia keluarkan dapat ditambal karena melambungnya harga jagung.
“Semua penjualan sudah berdasarkan pesanan di awal. Jadi sejak pertama menanam sudah agak merasa tenang,” tandasnya. ***

















