BANTENRAYA.COM — Bagi dosen dan profesional Indonesia yang ingin melakukan riset di luar negeri, Fulbright US–ASEAN Visiting Scholar Program 2027 menjadi salah satu peluang beasiswa paling menjanjikan.
Program Fulbright US–ASEAN ini menawarkan pengalaman riset di Amerika Serikat lengkap dengan tunjangan finansial yang kompetitif.
Beasiswa Fulbright US–ASEAN terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai akademisi, aparatur pemerintah, profesional swasta, maupun peneliti di NGO atau think tank.
BACA JUGA: 5 Spot Menarik di Tangerang Cocok untuk Rayakan Tahun Baru 2026, Buat Pengalaman Tak Terlupakan
Peserta diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program riset di AS.
Selama mengikuti program, penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan bulanan hingga hampir USD 5.000, tiket pesawat pulang-pergi, tunjangan bagasi dan transit, serta bantuan biaya penelitian atau laboratorium.
Namun, program ini tidak mencakup biaya bagi anggota keluarga atau tanggungan.
BACA JUGA: 6.057 Honorer Pemkab Serang Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu Diujung Waktu
Pelamar diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen penting, antara lain formulir aplikasi daring, proposal penelitian sepanjang 3–5 halaman, CV akademik, tiga surat rekomendasi, hingga salinan ijazah dan transkrip akademik dalam bahasa Inggris.
Kemampuan berbahasa Inggris yang baik menjadi salah satu syarat utama seleksi. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui situs stu.aminef.or.id/grantee.
Pelamar disarankan untuk terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan institusi mitra di Amerika Serikat, seperti universitas atau lembaga riset, guna memperoleh Letter of Invitation yang dapat memperkuat peluang lolos seleksi.
Tahapan seleksi akan meliputi penilaian administrasi, pemeringkatan, hingga wawancara oleh panel gabungan dari US Mission to ASEAN dan para ahli dari Indonesia.
Hasil akhir seleksi ditentukan langsung oleh Dewan Beasiswa Fulbright di Washington, D.C. ***
















