BANTENRAYA.COM – Masyarakat Kota Cilegon menjadi responden yang paling minim mengisi survei Indeks Harmonisasi Masyarakat Banten.
Dari target 1.000 lebih sampel, yang mengisi hanya sebanyak 83 orang saja di Kota Cilegon.
Hal tersebut membuat angka indeks Harmonisasi di Kota Cilegon tidak bisa tergambarkan secara jelas.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah menjelaskan, pihaknya menggeber sosialisasi dengan menghadirkan lurah dan camat serta perangkatnya. Dimana, harapannya pada survei di 2026 bisa mendapatkan minimal separuh dari target.
“Target dari 1.000 lebih pada 2025 lalu hanya tercapai 83 responden. Untuk itu sosialisasi dilakukan agar pada 2026 bisa maksimal responden yang mengisi,. Jadi diharapkan bisa mendapatkan kesimpulan nantinya,” ujarnya, Selasa 27 Januari 2026.
BACA JUGA : Lurah Masigit Cilegon Ajukan Pembangunan RTLH untuk 4 Lokasi dan Penanganan Banjir
Novriyadi menyampaikan, survei tersebut menjadi gambaran indeks harmonisasi, sehingga nantinya Provinsi Banten bisa mengambil kebijakan yang tepat jika gambarannya utuh dan responden yang mengisi sesuai dengan target.
“Tujuannga adalah bagaimana kami mendapatkan gambaran. Jadi nantinya ini sebagai langkah pengambilan kebijakan pemerintah nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kewaspadaan Dini dan Ormas Kesbangpol Kota Cilegon Faisal Amin menyatakan, pada 2025 lalu ada momen politik, sehingga membuat masyarakat tidak maksimal menginput data. Namun di tahun sebelumnya angka responden sangat besar.
“Tahun ini kami melibatkan lurah dan camat agar nantinya bisa menyampaikan kepada RT dan RW untuk memaksimalkan survei Indeks Harmoni tersebut,” pungkasnya. (***)
















