BANTENRAYA.COM – Sinyal darurat atau sirine peringatan dini tsunami yang terdapat di 5 titik Kota Cilegon, akan rutin dilakukan uji coba setiap bulan pada tanggal 26.
Sirine sangat diperlukan bagi masyarakat untuk dapat mengetahui tanda awal dari terjadinya bencana, khususnya tsunami.
Kota Cilegon sendiri rawan terjadinya bencana tsunami, karena dekat dengan perairan Selat Sunda, maka sangat diperlukan sirine tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon Suhendi mengatakan, Kota Cilegon memiliki 5 titik lokasi sirine sebagai peringatan dini tsunami.
“Ada di Gunung Sugih SMPN 9, di Kelurahan Kubangsari, di Kelurahan Gerem, di Kelurahan Mekarsari, dan di Kelurahan Lebak Gede,” katanya kepada Banten Raya, Sabtu 27 Desember 2025.
BACA JUGA: Sekolah Terdampak Proyek Tol, Wika Serpan Tanam 100 Pohon di SDN Cimaung 4
Ia mengungkapkan, setiap bulannya tepat tanggal 26 akan dilakukan uji coba untuk 5 sirine tersebut.
Uji coba itu dilakukan oleh pihaknya untuk mengetahui berfungsi atau tidaknya alat sirine, dan termasuk dalam program Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP).
“Setiap tanggal 26 tia pukul 10.00 WIB sirine peringatan dini tsunami dibunyikan untuk ujicoba untuk tes keberfungsian alat,” ungkapnya.
5 sirine di Kota Cilegon dianggarkan langsung oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
“Pengadaan anggaran sirine ini langsung dari BNPB, jadi Kota Cilegon hanya menerima yang sudah jadi dan siap digunakan,” jelasnya.
BACA JUGA: BNN Cilegon Tambahkan Pencegahan Narkotika Masuk Kurikulum Sekolah
Namun bantuan sirine dari BNPB hanya untuk 4 lokasi saja, sirine di Gunung Sugih merupakan alat sirine dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.
“Kuota bantuanya 4 titik saja, kalau di Gunung Sugih Ciwandan itu milik BMKG,” terangnya.
Tahun 2026 nanti pihaknya akan menganggarkan untuk perawatan sirine peringatan dini tsunami di 5 titik Kota Cilegon.
“Anggaran pemeliharaan nanti dianggarkan dari APBD,” ucapnya.
Suhendi mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di 5 wilayah tersebut untuk tidak panik, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan bencana, mengikuti arahan BPBD Cilegon.
BACA JUGA: SMPN 13 Kota Cilegon Tetap Terima MBG Meski Libur Sekolah, Bentuk Paketan untuk 4 Hari Sekaligus
“Jangan panik saat mendengar sirine, ini hanya sebagai uji coba peringatan dini. Apabila sirine tidak berbunyi maka masyaarakat bisa melaporkannya ke BPBD Cilegon,” imbaunya.***

















