BANTENRAYA.COM – Satu ekor Badak Jawa bernama Musthofa dilaporkan tewas setelah dipindahkan dari habitat alaminya ke lokasi penangkaran atau Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang.
Badak Jawa atau bercula satu itu dinyatakan tidak dapat diselamatkan akibat kondisi penyakit kronis bawaan yang sudah lama dideritanya.
Kepala Balai TNUK Pandeglang, Ardi Andono mengatakan, awalnya Badak Jawa Musofa berhasil masuk pit trap pada 3 November 2025.
BACA JUGA: Spoiler Drama Dynamite Kiss Episode 6 Sub Indo: Ji Hyeok dan Da Rim Semakin Dekat
Kemudian, proses pemindahan dari trap ke JRSCA dilakukan mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem dan keselamatan satwa.
“Musofa tiba di JRSCA pada 5 November 2025 dengan kondisi stabil dan menunjukkan respon adaptasi yang baik pada fase awal. Tim dokter hewan memberikan observasi ketat dan penanganan kesehatan sejak hari pertama,” kata Ardi, Kamis 27 November 2025.
Namun pada 7 November 2025, lanjut Ardi, Badak Jawa Musofa mengalami penurunan kondisi klinis. Tim dokter hewan sudah melakukan penanganan medis untuk kesembuhan Musofa. Namun tidak dapat terselamatkan.
BACA JUGA: Perkara 2 Bulan, Kejari Cilegon Musnahkan Barang Bukti Puluhan HP hingga Sabu 4,1 Kg
“Tim medis sudah memberikan penanganan darurat sesuai standar penyelamatan satwa liar. Sayangnya pada sore di hari yang sama, Musofa dinyatakan tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.
Dijelaskannya, pemeriksaan kesehatan Badak Jawa Musthofa dilakukan oleh tim patologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University untuk memastikan penyebab kematian Musofa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter hewan, Badak Jawa Musthofa terkena penyakit.
“Hasil pemeriksaan tim dokter menunjukkan adanya penyakit kronis yang sudah berlangsung lama pada lambung, usus, dan otak, infeksi parasit dalam jumlah signifikan, serta tanda degenerasi jaringan,” tuturnya.
“Ditemukan pula luka lama akibat perkelahian di alam, yang menjadi faktor tambahan, namun bukan penyebab utama,” jelasnya.
Ardi menerangkan, proses translokasi Badak Jawa Musofa telah melalui perencanaan matang, melibatkan para ahli konservasi satwa liar dari dalam dan luar negeri, baik dokter hewan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan berbagai mitra konservasi.

















