Arief menjelaskan, setiap hari, layanan CKG di Puskesmas Ciwandan mencakup sekitar 20 warga.
“Kalau hari biasa sekitar 20 orang. Kalau pas ada CKG khusus kaya ke sekolah, itu sehari bisa sampai 200 anak.
Yang sudah terlayani oleh kita 11.326 orang (Data Senin, 17 November 2025). Kita langsung input data ke aplikasi CKG yang langsung terkoneksi ke pusat,” paparnya.
Meski pelayanan CKG berajalan baik, Arief mengaku, masih menemui kendala, khususnya minimnya tenaga input data.
“Jadi, kita butuhkan orang yang memeriksa, dan orang yang input data. Kendala kita juga internet, di sini (Puskesmas Ciwandan) susah jaringan internet,” kata Arief.
Menurut Arief, selain pelayanan di gedung Puskesmas Ciwandan, pihaknya juga melayani CKG berbasis komunitas dan juga jemput bola ke warga yang tidak bisa datang ke Gedung Puskesmas Ciwandan.
“CKG berbasis komunitas seperti kita ke kantor kecamatan, ke kantor kelurahan, kita juga sudah bekerja sama dengan perusahaan di Ciwandan untuk melakukan CKG, tetapi baru dua perusahaan yang tercover karena petugas kesehatan kita terbatas, baru PT LOC (Lautan Otsuka Chemical) dan PT SUJ (Sentra Usahatama Jaya),” paparnya.
Selain permintaan dari industri, pihaknya juga telah menerima CKG berbasis komunitas dari Jemaah masjid.
“Ada komunitas Jemaah Masjid di Ciwandan yang minta di CKG setelah salat Subuh,” paparnya.
Ia menjelaskan, tim untuk pelayanan CKG terdiri dari 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 3 perawat. Namun, untuk pelayanan berbasis komunitas, seperti ke sekolah bisa menerjunkan 2 tim.
“Kalau CKG Berbasis Komunitas kita tawarkan ke perusahaan-perusahaan atau perkantoran, bahkan bukan hanya CKG, tetapi juga tes kebugaran, dan cek mentalitas. Ada juga beberapa warga yang dikabarkan tidak bisa datang ke Puskesmas, kita CKG ke rumah-rumah,” urainya.
Kata Arief, item pemeriksaan CKG meliputi skrining kesehatan seperti kejiwaan, penyakit infeksi menular, penyakit infeksi tidak menular, tekanan darah, suhu, nadi, cek darah dan laboratorium sederhana.
“Hasil CKG bisa diketahui pada saat hari pemeriksaan, hanya sekitar 30 menit sampai 1 jam. Tetapi CKG untuk yang sehat ya, kalau memang sedang demam atau ada gejalan sakit lain itu tidak masuk CKG,” tuturnya.
Arief menjelaskan, dari 11.326 orang yang telah menjalani CKG di Puskesmas Ciwandan, mayoritas temuan penyakit yang diderita seperti hipertensi dan diabetes melitus, kemudian diikuti gangguan karies gigi pada anak.
“Langsung diintervensi (Hasil CKG), kita lakukan penyuluhan dari hasil pemeriksaan, ada yang kita sarankan untuk pengotaban lebih lanjut. Hipertensi sekitar 15 persen dari hasil pemeriksaan, kemudian diabetes melitu sekitar 5 persen, kemudian karies gigi di bawah 5 persen,” terangnya.***















