Puluhan warga tampak mengantre di loket pendaftaran CKG.
Alasan CKG, ada yang memang untuk memeriksa kesehatan secara mandiri, maupun ada juga untuk keperluan syarat pernikahan.
Warga yang mengikuti program CKG akan menjalani beberapa tahap pemeriksaan seperti tekanan darah,pemeriksaan gigi, pengambilan sampel darah, dan beberapa pemeriksaan lain.
Warga Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan Lailatul Munawaroh mengaku berterima kasih dengan adanya program CKG.
“Saya tahu program CKG, setelah ada pengumuman di grup (Whatsapp) warga. Emang datang ke sini (Puskesmas Ciwandan), gak ada keluhan, biar tahu saja kesehatannya,” kata Lailatul kepada Bantenraya.com.
Hasil pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan kesehatannya baik-baik saja.
“Alhamdulillah bagus, cuma gigi katanya ada yang rusak beberapa. Program Presiden (Prabowo) ini sangat membantu, benar-benar gratis,” ucapnya.
Ditemui di Puskesmas Ciwandan, Warga Kelurahan Banjarnegara yang lain, Fakih Hikmatul Hidayat mengaku terbantu dengan program CKG.
“Ini karena mau nikah ada syaratnya cek kesehatan. Iya saya mau nikah nanti Desember (2025),” kata Fakih.
Fakih mengaku, dengan menjalani program CKG menjadi tidak takut lagi dengan kondisi fisiknya ketika menikah nanti.
“Alhamdulillah sehat semua, jadi tenang pas nikah nanti. Calon istri juga di cek di sini,” tuturnya.
Kepala Puskesmas Ciwandan dokter Arief Dharma Hartana mengatakan, program CKG awalnya bernama PKG yang berasal dari singkatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
Program ini, awalnya hanya untuk warga Indonesia yang berulang tahun, namun kini berkembang menjadi pelayanan secara umum.
“Setahun satu kali, untuk satu orang. Sudah berlangsung sejak awal 2025. Sudah berjalan baik, kita ada kegiatan lain sepetri CKG anak sekolah, biasanya di bulan Juli pada saat tahun ajaran baru,” kata dokter Arief.














