BANTENRAYA.COM – Sekretaris Daerah atau Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhiy dan Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menemui massa aksi yang menolak aktivitas tambang di Jalan Raya Bojonegara-Puloampel, Senin 17 November 2021.
Namun massa aksi menolak kedatangan dua pejabat tersebut, dan menuntut untuk menghadirkan Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah.
Apabila Gubernur Banten Andra Soni tidak bisa hadir, maka massa aksi mengancam akan menutup pintu TOL Cilegon Timur, sehingga bisa mengancam perekonomian nasional lumpuh.
Sekda Banten Deden Apriandhi mencoba menghubungi Gubernur Banten Andra Soni melalui video call Whatsapp, namun massa aksi tetap mendesak Gubernur Banten hadir di tengah massa aksi.
“Hadirnya Gubernur Banten di sini menjadi harga mati, kita tidak membutuhkan Sekda hadir di sini. Apabila Gubernur tidak hadir kita akan maju ke Gerbang Tol Cilegon Timur,” ujar salah satu orator saat orasi.
BACA JUGA: Jalan Bojonegara-Pulo Ampel Lumpuh Total, Ribuan Warga Turun ke Jalan Protes Truk Tambang
Sementara Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi mengaku tidak bisa menghadirkan Gubernur Banten karena sedang menghadiri acara di Jakarta.
“Nanti kita juga kan sudah melakukan komunikasi, kita tidak bisa juga memanggil beliau yang memang sedang ada kegiatan lain di luar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemungkinan hadirnya Gubernur Banten di tengah massa aksi sangat kecil, sehingga pihaknya menjanjikan akan menemui masa di lain waktu.
“Tapi saya berani memastikan dan menjanjikan bahwa di waktu yang akan datang, beliau pasti akan hadir di sini. Hari ini kemungkinan tidak, karena beliau sudah di Jakarta, tapi kalau agendanya kita tidak tahu,” katanya.***


















