BANTENRAYA.COM – Dibawah Komando Danrem 064/MY Brigjen TNI Edi Saputra, Satuan jajaran Korem 064 Maulana Yusuf telah membuktikan kesiapsiagaan yang nyata dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Banten melalui Latihan Gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025, yang diselenggarakan di Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Latihan berskala besar ini merupakan program Mabes TNI yang dirancang untuk menguji kemampuan dan koordinasi lintas satuan dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami, melibatkan unsur TNI, Polri, BNPB, Basarnas, BPBD, PMI, serta mitra internasional dari Australia, Timor Leste, dan Amerika Serikat.
Pernyataan Latihan Korem 064 Maulana Yusuf untuk Hadapi Bencana
BACA JUGA: Banyak Bacaan Baru, Perpustakaan Saidjah Adinda Lebak Tambah 150 Judul Buku Baru
“Kesiapsiagaan bukan hanya apel dan seremonial, tetapi tindakan nyata di lapangan. Melalui Bhakti Kanyini, prajurit Korem 064 Maulana Yusuf sudah melatih kemampuan taktis dan empati kemanusiaan secara langsung,” tegas Brigjen TNI Edi Saputra selaku Direktur Latihan.
Selain aspek taktis, kegiatan Bhakti Kanyini juga diwarnai dengan bakti sosial untuk masyarakat sekitar, berupa pengobatan umum dan pemeriksaan gigi gratis bekerja sama dengan Yayasan Budha Suci, penyaluran 600 paket sembako, serta penyediaan air bersih serta bantuan 200 kotak keramik untuk masjid di wilayah sekitar lokasi latihan.
Banten adalah daerah rawan gempa dan tsunami. Karena itu, latihan ini menjadi wujud kesiapan nyata TNI bersama seluruh elemen bangsa dalam menghadapi potensi bencana di wilayah kita, lanjut Danrem.
Dengan hasil latihan tersebut, Korem 064/MY menegaskan komitmennya untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Banten.
Bhakti Kanyini bukan hanya latihan militer, melainkan latihan kemanusiaan lintas bangsa yang memperkuat profesionalisme, kepedulian, dan kesiapan prajurit dalam mengabdi untuk rakyat. ***

















