BANTENRAYA.COM – Platform pembayaran digital OVO, mencatat adanya perubahan pola transaksi digital masyarakat selama Ramadan 2026.
Tercatat, transaksi di OVO pada rentang waktu sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 meningkat hingga 79 persen selama Ramadan 2026.
Chief Operating Officer OVO Eddie Martono mengatakan kenaikan ini menunjukkan bahwa waktu sahur tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk makan sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi waktu aktif masyarakat untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital.
BACA JUGA: Contoh Teks Kultum Ramadan 2026, Tingkatkan Kualitas Ibadah di 10 Malam Terakhir yang Spesial
“Selain jumlah transaksi yang meningkat, jenis aktivitas digital yang dilakukan pengguna juga mengalami perubahan. Transaksi online pada waktu sahur tercatat meningkat hingga 76 persen,” kata Eddie dalam keterangan resminya dikutip Bantenraya.com, Rabu 11 Maret 2026.
Peningkatan ini antara lain didorong oleh aktivitas belanja di platform e-commerce yang tumbuh dua kali lipat selama periode tersebut.
Beberapa kebutuhan digital yang banyak dilakukan saat sahur antara lain pembelian pulsa serta pembayaran berbagai tagihan rutin.
BACA JUGA: KONI Banten Lengkapi Pendaftaran Tuan Rumah PON 2032, Pendaftaran Dibuka Hingga 1 April
Kedua jenis transaksi ini tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode di luar Ramadan.
Aktivitas hiburan digital juga menunjukkan peningkatan pada waktu sahur. Pembelian voucher permainan meningkat sebesar 58 perse , sementara layanan hiburan digital naik sekitar 36 persen selama periode yang sama.
“Waktu sahur kini tidak hanya dimanfaatkan untuk bersantap, tetapi juga untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan digital seperti pembayaran tagihan atau pembelian pulsa,” ujar Eddie.
Selain aktivitas sahur, peningkatan transaksi juga terjadi menjelang waktu berbuka puasa. Pada periode pukul 16.00 hingga 18.00, transaksi pembayaran digital di berbagai gerai makanan dan minuman meningkat signifikan dan mendominasi sekitar 42 persen dari seluruh transaksi offline.
OVO juga mencatat bahwa transaksi langsung di gerai makanan dan minuman pada periode tersebut sekitar 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan transaksi online.
Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat saat ngabuburit dan berburu makanan untuk berbuka puasa.
Dari sisi profil pengguna, lonjakan aktivitas transaksi ini terutama didorong oleh kelompok usia produktif.
“Pengguna laki-laki berusia 25 hingga 34 tahun tercatat sebagai kelompok yang paling aktif melakukan transaksi, baik saat sahur maupun menjelang berbuka puasa,” kata Eddie.***
















