BANTENRAYA.COM – Pelabuhan Bandar Bakau Jaya atau Pelabuhan BBJ di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara masih terpantau sepi menjelang momen mudik Lebaran, Selasa 10 Maret 2026.
Rencananya Pelabuhan BBJ akan digunakan kendaran golongan 7,8 dan 9 atau yang bermuatan 7 sampai 9 ton yang mengangkut bahan-bahan pokok dan kebutuhan logistik pada saat momen mudik Lebaran.
Pantauan Bantenraya.com di lokasi, area parkiran yang ada di Pelabuhan BBJ masih terlihat sepi dan tidak ada antrean kendaraan yang cukup panjang, namun beberapa kendaraan truk juga mulai melakukan penyeberangan.
BACA JUGA: Mau Kuliah Gratis di Australia? Beasiswa Bergengsi Ini Kembali Dibuka untuk S2 dan S3
Beberapa kapal juga masih bersandar di dermaga menunggu truk-truk yang akan melintasi pelabuhan BBJ menuju pelabuhan Muara Pilu di Bakauheni, Provinsi Lampung.
General Manager Pelabuhan BBJ Endin Juhendi mengatakan, jumlah kendaraan yang akan melintasi pelabuhan BBJ diprediksi meningkat lebih banyak dari pada momen mudik tahun 2025.
“Persiapan kapal semua ada di KSOP dan rencana KSOP menyiapkan 16 kapal. Kami siap,” ujarnya di lokasi, Selasa 10 Maret 2026.
BACA JUGA: BRI Region 8 Jakarta 3 Apresiasi Peran Media, Buka Puasa Bersama PWI Tangsel
Ia menjelaskan, mulai tanggal 11 Maret 2026 mobil golongan 7,8 dan 9 sudah diarahkan untuk menuju pelabuhan BBJ, namun pihaknya belum bisa memprediksi Kapan puncak arus mudik tersebut.
“Kita belum tahu dan tidak bisa memprediksi, tahun lalu kita mengangkut 7 ribu kendaraan truk hanya dengan enam kapal. Kemungkinan tahun ini bisa meningkat dua kali lipat karena kita menyediakan 16 kapal,” katanya.
Sementara Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan, ada dua dermaga di BBJ yang digunakan untuk membantu penyeberangan arus mudik.
“Dari empat pelabuhan, Pelabuhan BBJ ini akan difokuskan untuk penyeberangan angkutan sumbu 3. Kita menguji pengaruh air dan kondisi fisik material dermaga supaya bisa disesuaikan dengan berat atau muatan kapal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BBJ bisa menampung sekitar 1.800 kendaraan truk dan untuk mengurai kemacetan pihaknya telah menyediakan buffer zone di PT Samudra Marine Indonesia (SMI).
“Yang jelas kita akan memetakan dari mana mereka berangkat dan jenis kendaraan apa. Biasanya kendaraan datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat,” katanya.
Martua menuturkan, dalam dua sampai tiga hati kedepan pihaknya akan fokus melakukan penertiban kendaraan sumbu tiga karena yang akan menggunakan pelabuhan BBJ hanya kendaraan yang bermuatan kebutuhan pokok, logistik, minyak dan bantuan kemanusian.
“Kendaraan sumbu tiga yang mengangkut bahan galian dan bahan tambang maupun kereta tempel di luar kebutuhan pokok itu batas terakhirnya tanggal 12 Maret. Tanggal 13 mereka tidak bisa,” jelasnya. ***

















