BANTENRAYA.COM – Jumlah personel dan peralatan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang masih minim.
BPBD Kota Serang tetap berupaya optimal meski keterbatasan personel dan peralatan.
Perihal keterbatasan jumlah personel dan peralatan ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan.
Diat Hermawan mengatakan, pihaknya tetap mengoptimalkan penanganan kebencanaan manakala terjadi bencana di Kota Serang.
“Kita upaya optimal ya sesuai potensi yang ada di Kota Serang,” ujar Diat, kepada Bantenraya.com, Jumat 7 November 2025.
BACA JUGA: Unsurhara Kopi, Tempat Ngopi yang Ramah Kantong Pelajar di Kota Serang
Diat mengaku keterbatasan jumlah personel dan peralatan tidak menjadikan hambatan yang berarti bagi BPBD Kota Serang dalam penanganan kebencanaan di Kota Serang, karena berkolaborasi dengan dengan instansi lintas sektoral.
“Jadi kita Alhamdulillah dengan optimalisasi tadi mulai SDM, SDA sampai saat ini masih tercover kebencanaan di Kota Serang. Karena kita juga dibantu lintas sektor dari TNI Polri dan masyarakat atau komunitas masyarakat yang peduli bencana,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah personel tim reaksi cepat (TRC) mencapai puluhan orang.
“Kalau personel yang kami miliki 30 TRC,” sebut Diat.
Sementara untuk jumlah peralatan, lanjut Diat, pihaknya akan mengoptimalkan saja.
BACA JUGA: Komisi 2 DPRD Kota Serang Terima Laporan Tiga PKBM Diduga Lakukan Mark Up Data
“Kalau peralatan kita upaya optimal aja, semua jenis kebencanaan insyaallah semua kita punya alatnya, misalkan banjir, perahu life jacket, helm, dayung, dan lain-lain untuk jenis kebencanaan banjir, walaupun jumlahnya terbatas,” terang dia.
Namun ia mengakui bahwa pihaknya masih kekurangan perahu. Saat ini BPBD Kota Serang memiliki tiga perahu, dua di antaranya jenis rafting.
“Contoh konkretnya waktu banjir 1 Maret 2022 kita sampai kekurangan perahu, dan itu fakta, tapi ya itu tadi alhamdulillah ada bantuan dari provinsi, bahkan provinsi lain, masyarakat, NGO itu turun ke Kota Serang sehingga dapat teratasi. Insya Allah ya itu tadi kita upaya optimal saja,” bebernya.
Ia menjelaskan, berdasarkan indeks risiko bencana Indonesia (IRBI) Kota Serang masuk kategori bencana sedang.
“Alhamdulillah dua tahun lalu kita risiko bencananya tinggi, tapi seiring meningkatnya indeks ketahanan daerah nilai IRBI kita turun dari tinggi ke sedang,” ucap dia.
BACA JUGA: Komisi 2 DPRD Kota Serang Terima Laporan Tiga PKBM Diduga Lakukan Mark Up Data
Ia menjelaskan, simulasi bencana dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan semua unsur pelaku kebencanaan.
“Kalau di BNPB dikenal dengan pentahelix itu satu pemerintah, swasta atau dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan yang kelima anda-anda semua peran media itu penting,” tandas Diat.***















