BANTENRAYA.COM – Tiga pejabat eselon II Pemkot Cilegon yakni Sekretaris DPRD Kota Cilegon Heri Mardiana, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon Panca Nugrahestianto Widodo dan Staf Ahli Walikota Cilegon Agus Ubaidillah ikut dalam wawancara calon kepala Inspektorat Kota Cilegon.
Ketiga pejabat eselon II itu, ikut dalam wawancara yang sudah digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon pada Rabu 10 September 2025
Agus Ubaidillah dikabarkan menjadi kandidat kuat sebagai kepala Inspektorat Kota Cilegon menggantikan Mahmudin.
BACA JUGA: Tim Balon Ketua Umum KONI Banten Abdul Salam Ambil Formulir Pendaftaran
Agus sendiri menjadi kandidat kuat karena beberapa faktor, baik politik, kedekatan dan jaringan.
Secara politik, Agus Ubaidillah merupakan saudara atau kakak dari Calon Wakil Walikota Cilegon Nurrotul Uyun yang merupakan elit dari PKS Kota Cilegon.
Hal itu, berpotensi menjadikan Agus sebagai bandul politik untuk bisa menguatkan PKS dalam mendukung arah pemerintahan.
Secara jaringan dan kedekatan, Agus Ubaidillah merupakan alumni Pondok Pesantren Modern Daar El-Qolam yang merupakan almamater dan senior dari Walikota Cilegon Robinsar.
BACA JUGA: 6 Kekurangan Mobil Listrik Menurut Fitra Eri, untuk Pemula Coba Pikir-pikir Dulu
Dua variabel tersebut menjadi alasan Agus Ubaidillah yang diprediksi sejumlah kalangan dan pejabat kuat bisa menjadi Kepala Inspektorat Kota Cilegon.
Salah satu pejabat di Pemkot Cilegon yang enggan menyebutkan Namanya menjelaskan, Agus punya positioning yang lebih baik daripada dua kandidat lainnya. Hal itu karena faktor politik dan kedekatan.
“Agus punya potensi menjadi bandul politik untuk PKS agar ikut dalam barisan pendukung. Karena Agus memiliki hubungan saudara dengan sejumlah elit PKS. Bahkan saudara dari Bu Uyun,” katanya, Jumat 12 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, Heri dan Panca sendiri meski keduanya pernah di Inspektorat Kota Cilegon namun, tidak cukup variabel yang bisa dihubungkan dengan kepentingan Walikota Cilegon Robinsar secara politik dan kedekatan.
BACA JUGA: Cek Harga IPhone September 2025, Temukan Banyak yang Turun Harga
“Kalau bicara pengalaman Pak Heri dan Pak Panca punya pengalaman. Tapi kalau irisan politik maka keduanya tidak punya, apalagi kedekatan,” ujarnya.
Dari sisi hubungan, Agus tentu punya dukungan dari jaringan alumni pondok yang tentu saja bisa menjadi faktor yang mempengaruhi Walikota Robinsar memilihnya.
“Senior dan Junior. Tentu banyak juga alumni yang akan mendukung dan itu bisa jadi variable kedekatan Agus terpilih,” ujarnya.
Robinsar Bakal Wawancara Para Pejabat Eselon II
Sebelumnya, Robinsar memastikan jika proses rotasi sedang berjalan, baik dari sisi mekanisme dan prosedur sudah ditempuh.
Bahkan, nantinya sebelum rotasi mutasi dilakukan bagi eselon II, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan proses wawancara pada semua eselon II.
“Sudah berproses. Pola itu tim pansel sedang dibentuk lagi, sudah diizinkan provinsi, apa mekanisme betul dari mulai baperjakat lalu ada wawancara eselon II. Kalau asesmen sudah ada dan eselon II dulu (rotasi mutasi-red),” katanya.
Robinsar menegaskan, hasil penempatan sendiri dipastikan nanti akan dilihat dari hasil proses dan wawancara yang dilakukan.
“Belum kan (hasil penempatan-red) belum lihat nanti dari hasil penilaian wawancara akan terlihat,” ucapnya.
Robinsar membantah jika proses rotasi mutasi selalu mundur dan tidak jadi di saat Agustus lalu.
“Enggak lah (mundur-red) , semuanya sedang berproses. Semuanya sesuai proses,” pungkasnya. ***















