BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Cikolelet kembali menggelar grand opening acara Festival Desa Wisata Cikolelet (FDWC) untuk yang ketiga kalinya.
Dalam kegiatan ini Pemdes Cikolelet menampilkan berbagai kesenian dari kearifan lokal seperti tradisi bendrong lesung, ngagurah dano, dan produksi golok yang menjadi ekonomi kreatif di desanya.
Perajin golok Sofyan Digelar mengatakan, golok di Desa Cikolelet akan menjadi keraifan lokal yang terus dikembangkan mulai dari serangka hingga ketajamnya.
“Produksi golok saya ini asli dari Desa Cikolelet dan dibikin sama saya sendiri. Ini pembuatan goloknya kita sudah sudah cantik dari penempaan besi hingga serangka dan ketajamnnya sudah sangat bagus,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu 14 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, jadi perajin golok dari tahun 2019 dan membuat berbagai jenis golok seperti golok kebon, dan golok untuk sembelih.
Baca Juga: Dindikbud Kota Cilegon Pastikan Karnaval Jadi Hiburan Masyarakat, Diadakan Perdana Usai Covid – 19
“Insya Allah golok saya ini akan menjadi ciri khas dari Desa Cikolelet, Karena di sini kan budanya desa wisata jadi saya berniat agar budaya kearifan lokal di Banten itu khususnya Cikolelet tidak hilang,” katanya.
Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengatakan, meski produksi golok itu baru berjalan lima tahun namun akan terus dikembangkan menjadi golok khas budaya lokal.
“Yah jadi yang kita banggakan juga ada golok dari desa kami dan produsennya juga masih muda, hal itu yang akan kita kembangkan supaya menjadi kearifan lokal,” katanya.
Ia mengungkapkan, pihaknya akan memastikan kebudayan yang dimiliki oleh Desa Cikolelet akan terus dilestarikan oleh masyarakat bersama Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis).
“Selain golok juga kan kita ada tradisi bendrong lesung, ngagurah dano, dan ada jamparingan atau panah tradisional yang baru kita adakan di FDWC tahun ini,” tuturnya. (***)















