Minggu, 15 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 15 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Tarif Sewa Kios Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang Pedagang Dipatok Rp18 Juta

Harir Baldan Oleh: Harir Baldan
31 Juli 2024 | 21:39
Tarif Sewa Kios Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang Pedagang Dipatok Rp18 Juta

Puluhan kios pedagang berdiri di atas lahan milik negara di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Rabu 31 Juli 2024. Pedagang yang sewa di kios dipatok harga sewa Rp 12 juta hingga Rp 18 juta oleh pengelola Harir Baldan/Banteraya.com

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Sejumlah pedagang yang mengisi lapak di Stadion Maulana Yusuf atau MY, Ciceri, Kota Serang, mengaku dipatok membayar sewa kios hingga belasan juta rupiah oleh pihak pengelola yang bekerja sama dengan Disparpora Kota Serang. Sewa berkisar Rp12-18 juta untuk jangka waktu 5 tahun.

Pantauan Banten Raya, Rabu 31 Juli 2024 siang, sekitar pukul 13.00, terdapat sekitar 59 kios yang terbuat dari baja ringan yang berada di bagian timur Stadion MY.

Puluhan kios tersebut diduga dibangun secara ilegal di atas lahan milik negara oleh pihak ketiga, yang kemudian disewakan kepada puluhan pedagang.

Baca Juga: Sempat Berjaya dan Ekspor ke Korea, Usaha Tas di Petir Mulai Meredup

Puluhan kios di kawasan itu berjejer memanjang. Sebagian kios sudah ada yang buka dan sebagian lainnya masih tutup. Terdapat dua akses jalan untuk keluar masuk pengunjung.

Terlihat sejumlah warga pengunjung untuk santai di depan kios-kios yang sudah buka. Seluruh bangunan kios itu berbahan baja ringan, dengan ukuran kios sekitar 4×2,5 meter persegi.

Salah seorang pedagang kopi dan minuman es di Stadion MY, Nova Eca mengatakan, belum lama berjualan di kios yang dibangun di atas tanah negara di Stadion MY. “Saya baru 10 hari. Seminggu lebih jualan di sini,” ujar Nova Eca, ditemui Bantenraya.com.

Baca Juga: Ratusan Warga Tunjung Teja Kabupaten Serang Antusias Membuat IKD

Ia menyebutkan, untuk bisa menempati kios yang disewakan oleh pihak pengelola, dirinya harus mengeluarkan biaya hingga belasan juta rupiah.

“Sewa kiosnya selama 5 tahun. Kalau enggak plus kanopi bayarnya itu Rp15 juta. Kalau plus kanopi mintanya Rp20 juta, cuma ditawar jadi Rp18,5 juta,” ucap dia.

Untuk membayar sewa kios sebesar Rp18,5 juta itu, ia mengaku memberikan uang muka sebesar Rp3 juta.

Baca Juga: Kevin Lilliana Ajak Anak Muda Terapkan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

“Saya bayar cash DP dulu. Kemarin itu aku ngasih Rp 3 juta, tapi sekarang udah lunas bayarnya,” katanya.

Nova Eca memperkirakan, jika dihitung bayar sewa kios di Stadion MY sebesar Rp250 ribu per bulan, jika harga sewa kios itu Rp15 juta selama 5 tahun.

“Harus dilunasi semua selama 5 tahun. Per bulan kena Rp250 ribu. Kalau Rp15 juta selama 5 tahun. Saya bayar cash nggak ditransfer. Bayar ke om Tober, pengelola sini,” sebut Nova Eca.

Baca Juga: Presidium IKA Untirta akan Gelar Mubes, Ini Kata Ketua IKA Untirta Asep Busro

Kata dia, bayar sewa kios sebesar Rp15 juta itu belum termasuk biaya listrik, saluran air bersih, pengelolaan kebersihan sampah, dan keamanan.

“Nggak beda lagi. Ini per hari lagi. Pokoknya semuanya Rp17 ribu per hari. Kebersihan, listrik, air bersih, keamanan. Kebersihan Rp 3.000, yang Rp 14.00 semua. Listrik, keamanan. Bayarnya tiap hari. Biasa yang nagih om Tober sama ada bapak-bapak dari kebersihan. Bukti pembayarannya kayak karcis kertas gitu,” ungkap Nova Eca.

Pedagang kopi dan minuman es lainnya di Stadion MY, Nisa Nur Rizki mengatakan, telah membayar sewa kios sebesar Rp12 juta selama 5 tahun kepada pihak pengelola.

Baca Juga: IKA Untirta Pecah jadi Dua, Masing-masing Kubu akan Gelar Musyawarah Besar untuk Memilih Ketua

BACAJUGA:

Tim Pajero sedang menimbang sampah di Perumahan Cisair, Kecamatan Kragilan, belum lama ini. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Dibina Agus Wahyudiono, Tim Pajero Jemput Sampah ke Rumah-Rumah Warga Cisait

14 Februari 2026 | 21:00
Ilustrasi pelaku ekonomi kreatif di Banten. (Freepik.com/ rawpixel.com)

Sorotan Pelaku Ekonomi Kreatif di Banten, Minim Ruang untuk Berkreasi

14 Februari 2026 | 20:00
pasar tani

Keren! PKS Lebak Launching Pasar Tani, Perkuat Ekonomi Petani

14 Februari 2026 | 17:51
Walikota Cilegon Robinsar meninjau kantor kas BPRS CM di Pasar Blok F, Jumat 13 Februari 2026.

Berantas Bank Emok di Cilegon, Kantor Kas BPRS CM Mendekat Ke Pasar Blok F

14 Februari 2026 | 16:26

Angka tersebut terbilang murah lantaran ia memesan kios ini di saat proyek pembangunan 59 kios itu hendak dibangun di atas lahan milik negara.

“Langsung lima tahun. Pas awal-awal harganya masih Rp 12 juta. Murah. Pokoknya sebulan 200 ribuan,” ujar Nisa, kepada Banten Raya.

Ia menjelaskan, jumlah harga tersebut tidak langsung dibayar lunas. Nisa bersama suami membayar uang muka atau DP sebesar Rp4 juta kepada pihak pengelola, untuk biaya pembangunan kios tersebut.

Baca Juga: Penyuluh Antikorupsi di Banten Diduga Banyak Dimusuhi dan Disebut sebagai Mata-mata KPK

Nisa mengaku baru menempati kios ini sekitar 3 sampai 4 bulan yang lalu, tepatnya April 2024 setelah hari raya Idul Fitri. Sementara ukuran bangunan kios sekitar 4×2,5 meter.

“Awalnya booking dulu. Pas lahan ini masih rawa. Kalau sudah berdiri minta DP. Waktu itu saya DP 4 juta. Kalau mau nempatin harus bayar lunas. Langsung sewa lima tahun,” tuturnya.

Kata dia, ada semacam perjanjian antara si penyewa dengan pengelola kios. Namun Nisa tidak mengetahui secara detail isi kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Helldy Agustian Enggan Komentar Pengaduan Bank Banten ke Kemendagri

“Ada kesepakatan antara si penyewa dengan pengelola. Ada suratnya semacam di atas hitam dan putih gitu. Suami saya sih yang tahu karena dia yang ngurusin. Ada kepalanya (pengelola), tiap malam ke sini ngawasin. Enggak tahu namanya siapa. Dipanggilnya bang-bang aja. Suami saya yang tahu,” tuturnya.

Selain sewa kios, lanjut Nisa, para pedagang juga diminta retribusi setiap harinya untuk membayar retribusi seperti listrik Rp 11.000 dan kebersihan Rp 3.000. Total Rp 14.000.

“Kalau pungli alhamdulillah engga ada. Cuma dua orang itu aja (yang nagih retribusi). Bayar listrik sama kebersihan,” ungkap Nisa. ***

Tags: dipatok membayar sewalapakpedagangStadion Maulana Yusuf
Previous Post

Sempat Berjaya dan Ekspor ke Korea, Usaha Tas di Petir Mulai Meredup

Next Post

Diadukan ke Kemendagri karena Belum Pindahkan RKUD ke Bank Banten, Begini Respon Sekda Pandeglang

Related Posts

Tim Pajero sedang menimbang sampah di Perumahan Cisair, Kecamatan Kragilan, belum lama ini. (Dokumentasi Bantenraya.com)
Daerah

Dibina Agus Wahyudiono, Tim Pajero Jemput Sampah ke Rumah-Rumah Warga Cisait

14 Februari 2026 | 21:00
Ilustrasi pelaku ekonomi kreatif di Banten. (Freepik.com/ rawpixel.com)
Daerah

Sorotan Pelaku Ekonomi Kreatif di Banten, Minim Ruang untuk Berkreasi

14 Februari 2026 | 20:00
pasar tani
Daerah

Keren! PKS Lebak Launching Pasar Tani, Perkuat Ekonomi Petani

14 Februari 2026 | 17:51
Walikota Cilegon Robinsar meninjau kantor kas BPRS CM di Pasar Blok F, Jumat 13 Februari 2026.
Daerah

Berantas Bank Emok di Cilegon, Kantor Kas BPRS CM Mendekat Ke Pasar Blok F

14 Februari 2026 | 16:26
Suasana penetapan HA sebagai tersangka pembunuhan anak di BBS III. (Uri/Banten Raya)
Daerah

Prapradilan Tersangka HA Cilegon Ditolak, Berkas Segera Dilayangkan ke Kejaksaan

14 Februari 2026 | 16:16
Seorang pengrajin sapu lidi di Rangkasbitung, Emur, tengah mengumpulkan daun sawit, Sabtu, 14 Februari 2026.(Aldi Setiawan/Banten Raya)
Daerah

Kisah Pengrajin Sapu Lidi di Lebak, Bertahan Meski Dibeli Murah

14 Februari 2026 | 16:07
Load More

Popular

  • Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

    Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Industri Menghantui Pekerja, Pemkot Cilegon Angkat Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Gelontoran Dana Bergulir Sampai Rp3 Juta, Tekankan Pinjaman Jangan Digunakan Buat Kebutuhan Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Serang Gelar Capacity Building, Kepala Dinas Hingga Camat Dilatih Disiplin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat Administrator dan Pengawas Kota Serang Dilantik, Mantan Lurah Serang Jabat Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Sayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BUMDes Kebonratu Mulai Panen Telur Ayam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kabupaten Serang Dihitung, Sekda Berikan Bocorannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Sama Lembaga Funding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Bunda Literasi

Bunda Literasi Banten Kunjungi Perpustakaan SMAN 1 Ciruas

14 Februari 2026 | 23:55
unsoed

Mahasiswa Doktoral Ilmu Akuntansi Unsoed Gelar PkM

14 Februari 2026 | 23:50
Tim Pajero sedang menimbang sampah di Perumahan Cisair, Kecamatan Kragilan, belum lama ini. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Dibina Agus Wahyudiono, Tim Pajero Jemput Sampah ke Rumah-Rumah Warga Cisait

14 Februari 2026 | 21:00
Ilustrasi pelaku ekonomi kreatif di Banten. (Freepik.com/ rawpixel.com)

Sorotan Pelaku Ekonomi Kreatif di Banten, Minim Ruang untuk Berkreasi

14 Februari 2026 | 20:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda