BANTEN RAYA.COM-Banjir di Pusat Kabupaten Lebak yakni Rangkasbitung, pada Kamis 4 Juli 2204 lalu dipersoalkan oleh warga dan mahasiswa. Oleh karena itu, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lebak merasa gerah sehingga langsung melakukan identifikasi penyebab banjir dan bakal bergerak melakukan penanganan agar banjir tidak kembali terjadi.
Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak, Mambang menegaskan, masalah ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Lebak.
“Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemda Lebak harus turun tangan mengatasi secara serius terkait banjir ini,” kata dia kepada Bantenraya.com, Selasa 9 Juli 2024.
Mambang mengungkapkan, bahwa penyebab banjir adalah drainase yang sangat sempit.
“Maka harus ada tindakan serius dari pemerintah Kabupaten Lebak untuk mengatasi hal ini,” ucapnya.
Dilanjutkannya, meskipun hujan hanya berlangsung 2 hingga 5 jam, alun-alun sudah hampir tenggelam. Hal ini bukan persoalan sederhana dan tidak boleh diabaikan.
“Apalagi jika hujan berlangsung berhari-hari atau sampai 24 jam, maka saya khawatir Pusat Kota Lebak akan tenggelam,” tuturnya.
Baca Juga: Banten Kekurangan Konsultan Konstruksi, Pemprov Banten Impor dari Luar Banten
Ia berharap, banjir yang terjadi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak (Pemkab) untuk segera menangani masalah tersebut.
“Terkhusus para instansi terkait harus paling depan menangani perkara banjir. Jangan sampai curah hujan yang besar menjadi alasan banjir. Perlu dan harus direfleksikan secara mendalam faktor lain mengapa banjir ini bisa terjadi,” tutupnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso menuturkan, banjir disebabkan pertama karena kondisi curah hujan ekstrem.
“Hujan kemarin (Kamis) diatas normal disertai badai dan petir. Kedua air lambat surut karena memang ada sumbatan di drainase perkotaan akibat endapan lumpur yang tinggi diperparah dengan sampah yg menutup inlet drainase,” jelasnya.
“Hari Sabtu dan Minggu sudah dilakukan normalisasi saluran drainase di sekitar alun-alun BRI, SMA 3, Komdik dan beberapa titik lainnya, juga dilakukan inventarisasi permasalahan terkait drainase perkotaan untuk bahan perencanaan perbaikan kedepan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, untuk menangangi banjir tersebut, pihaknya akan melakukan kajian mendalam, kemudian identifikasi masalah drainase, dan melakukan penindakan kepada tempat-tempat yang memiliki potensi menyebabkan banjir.
Baca Juga: Pemudanya Milih Bekerja di Pabrik, Perajin Golok di Desa Seuat Jaya Kehilangan Penerus
“Segera ditindak lanjuti ya, kemudian perbaikan drainase yang rusak,” terangnya. (***)
















